Tautan-tautan Akses

Pembicaraan Menlu AS-Rusia soal Suriah Konstruktif


Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu Rusia Sergei Lavrov melakukan pembicaraan konstruktif di Jenewa, Swiss (13/9).

Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu Rusia Sergei Lavrov melakukan pembicaraan konstruktif di Jenewa, Swiss (13/9).

Menlu AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov masih akan bertemu untuk hari ketiga, di Jenewa Swiss hari Sabtu besok (14/9).

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan bertemu untuk hari ketiga, Sabtu di Swiss setelah pembicaraan yang konstruktif mengenai pengakhiran program senjata kimia Suriah.

Kedua diplomat dan utusan PBB untuk Suriah Lakhdar Brahimi akan bertemu di Jenewa membahas rencana Rusia mengenai cara menempatkan senjata kimia Suriah dibawah pengawasan internasional. Tindakan itu akan mencegah serangan militer Amerika sebagai balasan atas apa yang menurut Amerika adalah dugaan serangan gas beracun rejim Suriah terhadap warga sipil bulan lalu dekat Damaskus.

Wartawan VOA Scott Stearns, yang meliput perundingan, melaporkan perunding Amerika dan Rusia semakin dekat pada pencapaian kesepakatan mengenai seberapa banyak senjata kimia Suriah itu.

Kerry akan ke Israel hari Minggu untuk pembicaraan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kemudian ke Paris untuk pembicaraan hari Senin dengan menteri luar negeri Perancis, Inggris, dan Arab Saudi.

Presiden Obama hari Jumat mengatakan, ia berharap negosiasi yang dilakukan Kerry akan "berbuah." Berbicara di Washington setelah bertemu pemimpin Kuwait, Presiden Obama mengatakan kesepakatan apa saja untuk menghancurkan senjata kimia Suriah harus bisa "diverifikasi dan dilaksanakan."

Kerry mengatakan ia dan Lavrov sepakat melakukan persiapan lain sebagai bagian dari upaya mengajak faksi-faksi yang berperang di Suriah untuk mengikuti konferensi mengenai pemerintahan sementara.

Di New York, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan ia memperkirakan laporan tim penyidik serangan gas saraf 21 Agustus lalu di dekat Damaskus akan menjadi “laporan luar biasa" yang menunjukkan penggunaan senjata kimia. Pejabat-pejabat PBB kepada VOA mengatakan laporan itu diperkirakan hari Senin.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG