Tautan-tautan Akses

Pemimpin Pemberontak Yaman Dukung Pembicaraan Perdamaian Baru PBB


Pendukung kelompok Syiah Houthi membawa poster pemimpin mereka Abdul-Malik al-Houthi dalam sebuah demonstrasi di Sanaa. (Foto: Dok)

Pendukung kelompok Syiah Houthi membawa poster pemimpin mereka Abdul-Malik al-Houthi dalam sebuah demonstrasi di Sanaa. (Foto: Dok)

Pemimpin pemberontak Houthi, Abdul-Malek al-Houthi, menyebut pembicaraan itu sebagai satu-satunya solusi bagi konflik di negara itu.

Perundingan perdamaian di Yaman akan dimulai pekan depan di Jenewa, demikian diumumkan PBB hari Rabu (20/5), sementara masyarakat internasional berupaya mengakhiri serangan udara berpekan-pekan yang dipimpin Arab Saudi terhadap kelompok pemberontak dukungan Iran. Krisis kemanusiaan yang kian besar di sana menyebabkan jutaan orang mengalami kelangkaan makanan dan bahan bakar.

Sementara pertempuran di negara termiskin di dunia Arab itu berlanjut dengan serangan-serangan udara terhadap pemberontak di sedikitnya lima provinsi di Yaman Utara, yang segera menjadi bahan pertanyaan adalah siapa yang akan menghadiri pembicaraan yang dimulai pada 28 Mei itu.

Sebagai isyarat positif, pemimpin pemberontak Houthi, Abdul-Malek al-Houthi, menyebut pembicaraan itu sebagai satu-satunya solusi bagi konflik, yang menurut PBB telah menewaskan lebih dari 1.800 orang sejak pertengahan Maret lalu.

Duta Besar Yaman untuk PBB Khaled Alyemany mengatakan, pemerintah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi, yang kini berada di pengasingan di negara tetangganya, Arab Saudi, akan diwakili oleh pejabat tinggi, kemungkinan oleh wakil presiden.

Tetapi seorang pembantu senior Hadi, yang berbicara anonim, menegaskan kembali tuntutan sebelumnya dari pemerintah Yaman bahwa pemberontak Houthi harus lebih dulu keluar dari kota-kota, termasuk ibukota, Sanaa, yang mereka rebut mulai tahun lalu. Ia mengatakan pemerintah tidak akan membatalkan persyaratan bagi pembicaraan ini.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG