Tautan-tautan Akses

Pemberontak Sudan Selatan Ingin Tunda Pelantikan Pemerintah Transisi


Para pengungsi berjalan di sepanjang pagar kawat berduri dekat markas PBB di ibukota Juba, Sudan Selatan (Foto: dok).

Para pengungsi berjalan di sepanjang pagar kawat berduri dekat markas PBB di ibukota Juba, Sudan Selatan (Foto: dok).

Pemberontak Sudan Selatan berusaha menunda pelantikan pemerintah transisi yang terpojok agar wakil-wakil kelompok pemberontak itu dapat datang ke ibukota, Juba, untuk mengikuti tahap penting dalam proses perdamaian tersebut.

Ezekiel Lol Gatkuoth, sekretaris urusan luar negeri Sudan People's Liberation Movement-In Opposition, Kamis (7/4) mengatakan masalah logistik menghalangi pemimpin pemberontak Riek Machar tiba di Juba sebelum pelantikan pemerintah persatuan nasional transisi pada 14 April. Machar, yang ditetapkan sebagai wakil presiden pertama lembaga pemerintah baru itu, baru bisa tiba di ibukota pada 18 April.

Gatkuoth mengatakan pemberontak telah meminta Komisi Gabungan Pemantau dan Evaluasi (JMEC), yang mengawasi penerapan perjanjian Agustus lalu untuk mengakhiri konflik di Sudan Selatan, agar menunda acara pelantikan.

Menurut jadwal tentatif yang diumumkan JMEC, Machar seharusnya tiba di Juba pada 12 April dan bertemu dengan Presiden Salva Kiir untuk membahas Majelis Legislatif Nasional Transisi keesokan harinya. Pemerintah transisi baru dijadwalkan akan dilantik dan menteri-menteri pemerintahan nasional diangkat pada 14 April.

Pada 15 April akan berlangsung rapat pertama menteri-menteri pemerintah baru, disusul pertemuan dengan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia mengenai cara mendanai pemerintah baru dan menyelamatkan ekonomi negara yang memburuk.

Gatkuoth mengatakan 12 April sebagai tanggal kedatangan tidak pernah dibahas dengan Machar sebelum tanggal itu diumumkan. Ia mengatakan pemimpin pemberontak itu baru saja tiba di markas besar pemberontak di Ethiopia setelah lawatannya ke beberapa ibukota negara di Afrika, termasuk di antaranya Nigeria, Chad, Mesir, Afrika Selatan, Uganda, Ethiopia, dan Djibouti untuk menggalang dukungan bagi proses perdamaian. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG