Tautan-tautan Akses

Pemberontak Sepakati Perjanjian Evakuasi Aleppo dengan Rezim Suriah


Kerusakan di daerah al-Shaar yang dikuasai pemerintah di Aleppo, Suriah (13/12). (Reuters/Omar Sanadiki)

Kerusakan di daerah al-Shaar yang dikuasai pemerintah di Aleppo, Suriah (13/12). (Reuters/Omar Sanadiki)

Pemerintah telah menegakkan kembali kekuasaan atas bagian dari kota itu dan sekarang mungkin ada bantuan kemanusiaan skala besar.

Pemberontak dan pemerintah Suriah telah mencapai kesepakatan untuk memungkinkan evakuasi warga sipil dan pejuang oposisi dari Aleppo, sementara Rusia mengatakan rezim Presiden Bashar al-Assad telah mengakhiri serangannya terhadap kota itu.

Seorang juru bicara kelompok pemberontak Nour el-Din el-Zinki, Yasser al-Youssef mengatakan, kesepakatan itu, yang ditengahi oleh Rusia dan Turki, akan berlaku "dalam beberapa jam lagi."

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengukuhkan tentang perjanjian itu kepada wartawan Selasa (13/12) sebelum pertemuan darurat Dewan Keamanan mengenai Aleppo yang diserukan oleh Perancis dan Inggris.

"Informasi terbaru saya adalah ada rencana bahwa para pejuang akan meninggalkan kota," kata Churkin.

"Selama satu jam terakhir, kami telah menerima informasi bahwa kegiatan militer di Aleppo Timur telah berhenti," lanjutnya. Dia mengatakan pemerintah telah menegakkan kembali kekuasaan atas bagian dari kota itu dan sekarang mungkin ada bantuan kemanusiaan skala besar.

"Masalah sangat sulit terkait dengan situasi di Aleppo timur ini telah berakhir," katanya. "Marilah kita berharap bahwa ini memang merupakan prasyarat untuk melakukan usaha politik, melakukan perundingan lagi."

Churkin mengatakan sebagian besar pejuang yang meninggalkan Aleppo timur akan pergi ke kota Idlib.

Utusan Suriah di PBB Staffan de Mistura menyatakan keprihatinan bahwa Idlib bisa menjadi sasaran berikutnya serangan Suriah.

Tetapi dia juga menyampaikan harapan bahwa ini bisa mendorong pihak-pihak yang bersangkuitan kembali ke meja perundingan. [ps/isa]

XS
SM
MD
LG