Tautan-tautan Akses

Pemberontak Muslim Terbesar di Filipina Bentuk Partai Politik


Para anggota pasukan pemberontak Front Pembebasan Islam Moro (MILF) merayakan penandatanganan persetujuan perdamaian, di kota Sultan Kudarat, pulau Mindanao, Filipina (27/3). (AFP/Ted Aljibe)

Para anggota pasukan pemberontak Front Pembebasan Islam Moro (MILF) merayakan penandatanganan persetujuan perdamaian, di kota Sultan Kudarat, pulau Mindanao, Filipina (27/3). (AFP/Ted Aljibe)

Dengan partai politiknya, Front Pembebasan Islam Moro mengatakan pemberontak “akan terus berjuang, tetapi tidak lagi dengan senjata api.”

Kelompok pemberontak Muslim paling besar di Filipina mengatakan mereka telah membentuk partai politik sementara menjauhi pemberontakan selama puluhan tahun setelah menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah.

Mohagher Iqbal, pemimpin Front Pembebasan Islam Moro yang berkekuatan 11 ribu orang itu, mengatakan Selasa (8/4) bahwa organisasi politik baru kelompok pemberontaknya, Partai Keadilan Persatuan Bangsa Moro, akan digunakan sebagai batu loncatan untuk menyaingi kepemimpinan daerah otonom Muslim yang lebih kuat yang akan ditegakkan di bagian selatan Filipina yang mayoritas Katolik.

Dengan partai politiknya, Iqbal mengatakan pemberontak “akan terus berjuang, tetapi tidak lagi dengan senjata api.”

Pemberontak menandatangani persetujuan otonomi dengan pemerintah pada 27 Maret untuk mengakhiri pertempuran yang sudah bertahun-tahun dan menewaskan puluhan ribu orang dan menghambat kemajuan.
XS
SM
MD
LG