Tautan-tautan Akses

Pemberontak Mali Bentuk Gerakan Baru, Upayakan Perundingan dengan Pemerintah


Anggota Ansar Dine dan Gerakan Nasional Tuareg untuk Pembebasan Azawad saat mengadakan pertemuan di Aljazair, bulan lalu (Foto: dok). Kelompok pemberontak Ansar Dine yang telah memisahkan diri, dilaporkan membentuk gerakan baru bernama Gerakan Isalam untuk Azawad, dan menyatakan kesiapan mereka untuk memerangi ekstimisme, Kamis (24/1).

Anggota Ansar Dine dan Gerakan Nasional Tuareg untuk Pembebasan Azawad saat mengadakan pertemuan di Aljazair, bulan lalu (Foto: dok). Kelompok pemberontak Ansar Dine yang telah memisahkan diri, dilaporkan membentuk gerakan baru bernama Gerakan Isalam untuk Azawad, dan menyatakan kesiapan mereka untuk memerangi ekstimisme, Kamis (24/1).

Kelompok pemberontak Ansar Dine yang telah memisahkan diri, membentuk gerakan baru dan mengungkapkan keinginan untuk mencari solusi melalui perundingan untuk mengatasi krisis di negara itu.

Dalam sebuah pernyataan, Kamis (24/1), kelompok baru yang menamakan diri mereka Gerakan Islam untuk Azawad, mengatakan bahwa mereka siap memerangi ekstrimisme.

Para pemberontak Ansar Dine bergabung dengan para pemberontak etnik Tuareg untuk mengambil alih Mali utara menyusul kudeta Maret lalu. Ansar Dine dan kelompok-kelompok Islam lain kemudian mengambil alih sepenuhnya kontrol atas kawasan itu, dimana mereka ingin memberlakukan Hukum Islam yang keras.

Akhir Desember lalu, Ansar Dine menyepakati gencatan senjata dengan pemerintah, tapi kemudian membatalkannya bulan ini dan mengatakan bahwa pemerintah tidak bersungguh-sungguh melakukan perundingan perdamaian.
XS
SM
MD
LG