Tautan-tautan Akses

Pemberontak Libya Rebut Dua Kota Dekat Tripoli


Pasukan pemberontak Libya saat merebut kota Al-Qawalish dari pasukan pro-Gaddafi (6/7).

Pasukan pemberontak Libya saat merebut kota Al-Qawalish dari pasukan pro-Gaddafi (6/7).

Pasukan pemberontak mengatakan telah menguasai al-Qawalish dan Kikla, sekitar 100 kilometer dari basis pendukung Gaddafi di Tripoli.

Pemberontak Libya telah merebut dua kota kecil sebelah selatan Tripoli setelah pertempuran enam jam dengan pasukan yang setia kepada pemimpin Moammar Gaddafi, sementara lasykar oposisi sebelah timur ibukota menderita korban besar dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah.

Pasukan pemberontak mengatakan hari Rabu mereka telah menguasai kota al-Qawalish dan Kikla, keduanya dalam jarak 100 kilometer dari basis pasukan pro-Gaddafi, di ibukota Tripoli. Kota yang lebih besar berikut ke utara adalah Garyan, yang merupakan kunci untuk memasuki jalan menuju ibukota.

Para lasykar oposisi juga maju lebih jauh dari basis barat mereka Misrata menuju kota Zlitan, tetapi menghadapi tembakan artileri berat. Para petugas medis mengatakan paling sedikit 14 pemberontak tewas dan 30 luka-luka dalam pertempuran dekat kota itu hari Rabu.

Sementara itu, ribuan warga Libya mengadakan rapat umum di Benghazi yang dikuasai pemberontak, dimana mereka melambaikan bendera Eropa dan pemberontak dan menyerukan penggulingan Gaddafi.

Juga hari Rabu, NATO mengatakan mereka menyerang gudang bahan bakar dekat kota minyak utama Brega, tempat yang sering menjadi medan tempur antara lasykar pemberontak dan pasukan Gaddafi.

Sementara itu, pimpinan NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan pesawat-pesawat tempur NATO telah menyerang 2.700 sasaran di Libya sejak NATO memulai serangan udara bulan Maret. Ia mengatakan peralatan perang Gaddafi telah kehilangan banyak kekuatannya.

Rasmussen juga mengumumkan bahwa delegasi pemberontak Dewan Transisi Nasional Libya akan bertemu dengan pejabat NATO dan Uni Eropa di Brussels pekan depan.

XS
SM
MD
LG