Tautan-tautan Akses

Pemberontak Libya dan Italia Bahas Peta Jalan Masa Depan Libya


Ali al-Essawi, wakil oposisi Libya (kiri) dan Menlu Italia Franco Frattini memberikan keterangan pers bersama di Roma (22/7).
Ali al-Essawi, wakil oposisi Libya (kiri) dan Menlu Italia Franco Frattini memberikan keterangan pers bersama di Roma (22/7).

Perundingan membahas rencana tawaran politik yang mencakup gencatan senjata dan seruan bagi Gaddafi untuk menyerahkan kekuasaan.

Italia bersama oposisi Libya sedang mempersiapkan tawaran politik kepada Tripoli yang mencakup gencatan senjata dan seruan bagi pemimpin Moammar Gaddafi untuk menyerahkan kekuasaan.

Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini mengumumkan rencana itu hari Jumat setelah bertemu Ali al-Essawi, wakil oposisi Libya, Dewan Transisi Nasional (TNC). Kedua pihak menyatakan tidak ada peran bagi Gaddafi dalam masa depan Libya.

Frattini mengatakan mereka akan mempresentasikan rencana itu kepada utusan khusus PBB untuk Libya Abdul Ela al-Khatib.

Namun, Gadhafi menolak berunding dengan pemberontak. Dalam pesan audio hari Kamis ia mengatakan tidak akan ada pembicaraan dengan pemberontak "sampai Hari Kiamat."

Setelah pertemuan hari Jumat di Roma, al-Essawi kepada wartawan mengatakan pemberontak Libya, dengan dukungan NATO, mencapai beberapa kemajuan dalam beberapa hari ini. Dikatakan, pasukan NATO menghantam fasilitas Tripoli di mana anggota lingkaran dalam Gaddafi sedang bertemu hari Kamis, menyebabkan seorang pejabat tinggi luka parah.

Al-Essawi mengatakan pemberontak telah sampai di pelabuhan minyak strategis Brega dan pegunungan barat.

Selagi ke dua wakil itu bertemu di Italia hari Jumat, pemimpin TNC Mahmoud Jabril bertemu perdana menteri Spanyol Jose Luis Zapatero di Madrid, yang menjanjikan dukungan berkelanjutan bagi pemberontak.

XS
SM
MD
LG