Tautan-tautan Akses

Pemberontak Kolombia Minta PBB Amati Persetujuan Damai


Humberto de la Calle (kiri) wakil pemerintah Kolombia bersalaman dengan perunding dari pemberontak FARC, Ivan Marquez dalam pembicaraan di Havana, Kuba 15 Desember 2015 (foto: dok)>

Humberto de la Calle (kiri) wakil pemerintah Kolombia bersalaman dengan perunding dari pemberontak FARC, Ivan Marquez dalam pembicaraan di Havana, Kuba 15 Desember 2015 (foto: dok)>

Pemerintah Kolombia dan pemberontak FARC telah menetapkan sendiri batas waktu 23 Maret untuk menandatangani persetujuan perdamaian.

Para perunding perdamaian pemerintah Kolombia dan pemberontak FARC hari Selasa (19/1) minta PBB agar memantau dan memverifikasi perdamaian antara kedua pihak, satu lagi langkah penting menuju perjanjian akhir.

Kedua pihak mengajukan permintaan bersama kepada PBB untuk mengirim sebuah misi pengamat tak bersenjata ke negara itu selama satu tahun segera setelah persetujuan ditandatangani.

Para pengamat dari Amerika Latin dan negara-negara Karibia akan memastikan bahwa pemberontak meletakkan senjata mereka sebagaimana dijanjikan dan akan turun tangan dalam persengketaan yang mungkin timbul.

Pemerintah Kolombia dan pemberontak kiri telah menetapkan sendiri batas waktu 23 Maret untuk menandatangani persetujuan perdamaian yang akan mengakhiri perang gerilya 50 tahun yang bertujuan menggulingkan pemerintah Kolombia.

Pertempuran, penculikan dan tindak-tindak kekerasan lain telah menewaskan lebih dari 220 ribu orang. [sp/ds]

XS
SM
MD
LG