Tautan-tautan Akses

Pemberontak Republik Afrika Tengah Masuki Ibukota


Presiden Republik Afrika Tengah, Francois Bozize bicara kepada media (foto: dok). Pemberontak menuntut mundurnya Bozize.

Presiden Republik Afrika Tengah, Francois Bozize bicara kepada media (foto: dok). Pemberontak menuntut mundurnya Bozize.

Pasukan pemberontak mengaku menembak jatuh satu helikopter militer pemerintah dan menuju istana kepresidenan di Bangui, Sabtu (23/3).

Pemberontak Republik Afrika Tengah mendesak masuk ke ibukota Bangui hari Sabtu, mengabaikan seruan Perdana Menteri negara itu untuk melakukan pembicaraan guna menghindari pertumpahan darah.

Kantor berita Reuters mengutip jurubicara pemberontak Nelson Ndjadder yang mengatakan pejuangnya menembak jatuh satu helikopter militer pemerintah dan menuju istana kepresidenan.

Sebelumnya hari Sabtu, kepada VOA, jurubicara pemerintah mengatakan Perdana Menteri Nicolas Tiangaye meminta anggota aliansi pemberontak Seleka agar berhubungan dengan pemerintah persatuan nasional untuk mencari solusi damai. Tetapi pemberontak Seleka mengatakan satu-satunya hal yang mereka ingin rundingkan adalah turunnya Presiden Francois Bozize.

Jurubicara politik Seleka Eric Massi kepada VOA mengatakan, Presiden Bozize harus meninggalkan Republik Afrika Tengah supaya terwujud perdamaian.

Hari Jumat, saksi mata di ibukota mengatakan jalan-jalan kosong sementara orang bergegas pulang atau mencoba meninggalkan kota itu selagi pemberontak mendekat. Sekolah-sekolah dan bank-bank tutup lebih cepat setelah dilaporkan pemberontak semakin dekat.

Republik Afrika Tengah sarat kudeta dan kerusuhan sejak merdeka dari Perancis tahun 1960.
XS
SM
MD
LG