Tautan-tautan Akses

Pembela Akui Keterlibatan Tersangka dalam Pemboman Boston


Dalam sketsa persidangan ini, Jaksa AS, William Weinreb, kiri, digambarkan memberikan pernyataan pembukaan di hadapan Hakim Distrik AS George O'Toole Jr, ujung kanan, pada hari pertama persidangan tersangka bom Boston, Dzhokhar Tsarnaev, di Boston (4/3).

Pengacara pembela bagi tersangka bom Marathon Boston, Dzhokhar Tsarnaev, mengatakan kepada juri pada persidangan hari pertama, Rabu (4/3) bahwa ia terlibat dalam pemboman pada tahun 2013 itu, namun menyatakan bahwa yang menjadi otak dari serangan itu adalah kakak Tsarnaev. Dzhokhar Tsarnaev terancam hukuman mati jika ia terbukti bersalah.

Tsarnaev telah mengaku tidak bersalah atas 30 tuduhan terhadapnya, termasuk tuduhan menembak seorang polisi Massachusetts Institute of Technology (MIT) beberapa hari setelah pemboman saat Tsarnaev bersaudara mencoba melarikan diri.

Clarke, seorang pengacara yang berspesialiasi pada tuntutan hukuman mati, mengatakan kepada juri pada hari pertama persidangan ini bahwa Tsarnaev tak akan berupaya menyangkal perannya dalam pemboman Boston.

Tapi Clarke mengatakan bahwa Dzhokhar berada dalam pengaruh kakaknya, Tamerlan Tsarnaev, 26 tahun. Dzhokhar Tsarnaev secara tidak sengaja menewaskan kakaknya, setelah menabraknya dengan mobil, saat mereka berusaha melarikan diri dari polisi.

Tampaknya Clarke menempuh strategi ini, menyalahkan kakaknya sebagai otak serangan, untuk menghindarkan Dzhokhar dari ancaman hukuman mati. Jika Dzhokhar terbukti bersalah, juri akan memutuskan apakah ia dieksekusi atau mendapat hukuman penjara seumur hidup tanpa kesempatan untuk mendapat kebebasan bersyarat.

Strategi pengacara pembela pada sidang pembukaan ini bertentangan dengan keputusan hakim Distrik AS George O'Toole, yang telah menyatakan bahwa tingkat keterlibatan Tsarnaev bersaudara akan menjadi materi tahapan kedua persidangan, begitu Dzhokhar sudah diputuskan bersalah.

Pengacara pembela Dzhokhar Tsarnaev, Judy Clarke, saat mengantarkan pernyataan pembukaannya pada hari pertama persidangan, Rabu (4/3).
Pengacara pembela Dzhokhar Tsarnaev, Judy Clarke, saat mengantarkan pernyataan pembukaannya pada hari pertama persidangan, Rabu (4/3).

​"Sebagian bukti pengaruh dari sang kakak tidak akan dapat dihindari (dalam tahapan ini)," ujar O'Toole sebelum pengacara dari kedua belah pihak menyampaikan pernyataan pembukaan mereka. Tapi ia menginterupsi Clarke beberapa kali untuk memperingatkannya agar tidak terlalu berlarut-larut dalam sejarah keluarga Tsarnaev bersaudara.

Pengacara pembela telah berupaya hingga saat-saat terakhir untuk memindahkan persidangan ke luar Massachusetts, dengan alasan pemboman Marathon Boston dua tahun lalu berdampak emosional terlalu mendalam dan terlalu banyak orang di negara bagian ini terkait secara pribadi dengan kasus ini. Mosi tersebut ditolak oleh O'Toole dan pengadilan banding federal.

Pernyataan pembukaan dari Jaksa penuntut

Dalam pernyataan pembukaannya, jaksa AS William Weinreb mengatakan bahwa Dzhokhar Tsarnaev "percaya bahwa ia adalah prajurit dalam perang suci melawan warga Amerika." Weinreb juga mengatakan bahwa Tsarnaev "juga meyakini bahwa dengan memenangkan (perang itu), ia telah melangkah menuju surga. Dan inilah motifnya dalam melakukan kejahatan tersebut."​

Saat jaksa penuntut berbicara, Tsarnaev menatap lurus ke depan, menghindari pandangan juri.

Lebih dari 20 korban dari ledakan bom Marathon Boston menyaksikan awal persidangan, memenuhi kursi pada kedua sisi ruang pengadilan.

Tsarnaev bersaudara berasal dari etnis Chechnya yang berdomisili di Kirgistan dan wilayah Dagestan yang sedang dirudung konflik di Rusia, sebelum datang ke AS dengan orang tua dan kedua saudara perempuan mereka, sekitar 10 tahun sebelum pemboman.

Sebagian materi untuk laporan ini berasal dari Reuters dan AP.

XS
SM
MD
LG