Tautan-tautan Akses

Pembantaian di Suriah Picu Kemarahan Meluas


Warga melakukan upacara pemakaman bagi korban pembantaian pasukan Suriah di kota Tremseh (13/7).

Warga melakukan upacara pemakaman bagi korban pembantaian pasukan Suriah di kota Tremseh (13/7).

Apa yang disebut para aktivis sebagai yang terburuk di antara tiga pembantaian besar-besaran di Suriah sejak akhir Mei kini memicu kemarahan meluas.

Utusan PBB Kofi Annan menyalahkan pemerintah Suriah atas kekerasan itu dan pihak oposisi menuntut tindakan internasional segera.

Secara blak-blakan, Annan hari Jumat menyalahkan pasukan pemerintah dan milisi bersenjata yang didukung tank dan helikopter atas pembantaian sekitar 220 orang di Tremseh desa pertanian orang Sunni, di provinsi Hama yang memberontak.

Mengecam apa yang ia sebut "kekejian" dan mengemukakan “perasaan syok” atas "pertempuran sengit, korban yang banyak dan dikonfirmasinya penggunaan persenjataan berat," Annan mengatakan pemerintah Suriah telah melanggar komitmennya pada rencana perdamaian yang difasilitasinya pada bulan April.

Pendukung pemberontak mengklaim serangan hari Kamis itu adalah tindakan kekerasan terburuk sejak pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad dimulai di negara itu pada Maret 2011.

Ikhwanul Muslimin Suriah juga menyalahkan Assad atas pembantaian yang dilaporkan itu dan apa yang disebutnya pendukung asing Suriah, termasuk Rusia, Iran dan Annan. Aksi protes berkobar di berbagai kota di Suriah hari Jumat, dengan para demonstran mengutuk pembunuhan di Tremseh.

Media pemerintah Suriah mengatakan pembantaian dilakukan oleh puluhan teroris yang menyerbu Tremseh, menewaskan dan melukai belasan warga sipil. Dikatakannya pelaku serangan "mengobrak-abrik, menghancurkan dan membakar puluhan rumah" sebelum "pihak berwenang yang kompeten" tiba.
XS
SM
MD
LG