Tautan-tautan Akses

Pembangkang Kuba: Obama Buka Jalan bagi Perubahan


Pembangkang Kuba, Miriam Leiva (kiri) saat memberikan keterangan di depan anggota Kongres AS di Washington DC, 3 Februari lalu (foto: dok).

Pembangkang Kuba, Miriam Leiva (kiri) saat memberikan keterangan di depan anggota Kongres AS di Washington DC, 3 Februari lalu (foto: dok).

Pembangkang Kuba, Miriam Leiva akan berterimakasih kepada Presiden AS Barack Obama atas kebijakannya terhadap negaranya.

Pembangkang Kuba Miriam Leiva akan berterimakasih kepada Presiden Amerika Barack Obama atas kebijakannya terhadap negara pulau itu yang "meningkatkan kehidupan rakyat Kuba, cara rakyat memandang dunia."

Leiva, yang ikut mendirikan kelompok oposisi 'Ladies in White', mungkin berkesempatan bertemu Obama. Kedutaan Amerika di Kuba mengundang Leiva untuk acara yang dikatakan "pertemuan tingkat sangat tinggi" di kedutaan itu di Havana.

Undangan itu tidak menyebut Obama tetapi akan berlangsung selama kunjungannya Selasa pagi.

Kepada VOA, Leiva, yang juga wartawati independen, mengatakan jika itu betul pertemuan dengan Obama, ia berharap "mendengar langsung pandangan-pandangannya dan saya menyampaikan pandangan saya."

Janda usia 69 tahun itu mengatakan cairnya hubungan Amerika-Kuba "meredakan ketegangan di mana kita telah hidup selama 55 tahun." Tetapi Leiva juga realistis. "Obama tidak akan mengubah Kuba. Tetapi ia memberi rakyat Kuba, yang harus bertanggungjawab atas perubahan, kemungkinan untuk memiliki jalan, cara, ide dan kontak sehingga kami benar-benar melakukan perubahan itu."

Gedung Putih hari Jumat menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan pemerintah Kuba mengenai orang-orang yang dipilih Obama untuk ditemuinya dalam lawatan ke negara komunis itu.

Obama menuju Kuba hari Minggu. Ia akan menjadi presiden Amerika pertama, yang sedang menjabat, melawat ke negara pulau tersebut dalam hampir 90 tahun. Gedung Putih mengatakan, pertemuan dengan aktivis pro-demokrasi Kuba merupakan prioritas dalam lawatan Obama. [ka/al]

XS
SM
MD
LG