Tautan-tautan Akses

Pembajakan Kapal Meningkat di Asia Tenggara Pada 2014


Tanker berbendera Liberia, Yuri Senkevich, di lapangan minyak Lufeng, Laut China Selatan. (Foto: Dok)

Tanker berbendera Liberia, Yuri Senkevich, di lapangan minyak Lufeng, Laut China Selatan. (Foto: Dok)

Kenaikan tingkat pembajakan global naik karena meningkatnya serangan terhadap tanker-tanker di pesisir Asia Tenggara.

Tingkat pembajakan laut di dunia jatuh ke tingkat terendah dalam delapan tahun pada 2014, namun pembajakan kapal meningkat karena serangan terhadap tanker-tanker kecil di lepas pesisir-pesisir Asia Tenggara, menurut badan pengawasan maritim global, Rabu (14/1).

Bajak laut membajak 21 kapal tahun lalu dan menyandera 442 awak kapal, naik dari 12 kapal dan 304 awak pada 2013, menurut Biro Maritim Internasional (IMB) yang berbasis di London pada laporan tahunan pembajakannya.

Laporan itu menyebutkan bahwa serangan-serangan bajak laut global turun dari 264 pada 2013 menjadi 245 pada 2014, atau jatuh 44 persen sejak pembajakan oleh orang Somalia memuncak pada 2011.

Bajak-bajak laut Somalia hanya bertanggung jawab atas 11 serangan tahun lalu, yang kesemuanya berhasil dipatahkan. Tapi ada 124 serangan di Asia Tenggara, menurut Biro tersebut.

"Kenaikan tingkat pembajakan global naik karena meningkatnya serangan terhadap tanker-tanker di pesisir Asia Tenggara," ujar direktur IMB Pottengal Mukundan.

Pusat pelaporan pembajakan IMB berbasis di Kuala Lumpur.

"Geng-geng pencuri bersenjata telah menyerang tanker-tanker kecil di wilayah ini untuk mengambil kargo-kargonya, banyak yang secara spesifik mencari bahan bakar untuk diambil dan dijual," ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Laporan tersebut mengatakan sebagian besar serangan di wilayah itu ditujukan pada pencurian tingkat rendah dari kapal-kapal yang menggunakan senjata dan pisau panjang. Namun, IMB memperingatkan bahwa pembajakan mungkin akan menjadi lebih ganas, mengacu pada kasus seorang awak kapal yang ditembak mati di sebuah tanker pada Desember.

IMB mengatakan pembajakan-pembajakan itu terutama aktif di perairan sekitar Pulau Bintan dan Laut China Selatan, tempat 11 kapal dibajak tahun lalu.

Biro ini memberikan apresiasi pada Indonesia, Malaysia dan pasukan maritim lainnya di wilayah ini untuk peningkatan patroli, dan menyerukan agar geng-geng tersebut ditangkap dan dihukum sebelum serangan-serangan menjadi lebih ganas.

Di bagian lain di dunia, laporan itu menyebutkan bahwa 41 insiden dilaporkan di Afrika Barat dengan lima kapal dibajak, sementara Bangladesh melaporkan 21 serangan, naik dari 12 pada 2013. (AP)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG