Tautan-tautan Akses

Pembahasan Pembentukan Cagar Alam Laut Antartika Macet

  • Rosanne Skirble

Penguin-penguin di Cape Royds, Antartika. (Foto: Dok)

Penguin-penguin di Cape Royds, Antartika. (Foto: Dok)

Negara-negara yang berkumpul di Tasmania itu gagal mencapai kesepakatan tentang usulan perlindungan kawasan di Samudera Selatan dan Laut Ross.

Setelah melakukan perundingan selama satu dekade, pembicaraan Jumat (1/11), mengenai rencana pembentukan cagar alam laut terbesar di dunia di perairan Antartika mengalami kemacetan.

Dua puluh empat negara dan Uni Eropa bertemu untuk merundingkan rencana yang didukung Commission for the Conservation of Antarctic Marine Living Resources (Komisi Pelestarian Sumber Daya Laut Antartika).

Gerry Plante, pejabat senior pada Pew Charitable Trusts dan aktivis yang sudah lama berjuang untuk pembentukan cagar alam ini, mengungkapkan rasa frustasinya atas kegagalan ini.

"Kami sangat kecewa karena Rusia, Ukraina dan China tidak bersedia mendukung mayoritas negara-negara yang mengehendaki daerah kelautan yang dilindungi di Laut Ross dan Antartika Timur,” ujarnya.

Negara-negara yang terlibat dalam perundingan merupakan pihak-pihak dalam Perjanjian Antartika di bawah operasi komisi tersebut. Keputusan diambil lewat konsensus dan bila tiga negara menolak keputusan itu, maka rekomendasi tersebut ditangguhkan.

"Apa yang mereka ekspresikan dalam pertemuan adalah mereka tidak bersedia mengorbankan hak penangkapan ikan mereka, dan tidak bersedia mengatakan, ‘OK, mungkin di wilayah itu tidak tepat membiarkan penangkapan ikan tanpa batas berlangsung terus’,” ujarnya.

Ini ketiga kalinya upaya ratifikasi usulan itu gagal. Plant mengatakan, ke depannya negara-negara yang tergabung harus bisa mengatasi perbedaan pendapat dengan Rusia, Ukraina dan China sebelum pertemuan komisi tahun depan.

"Dan memberi tahu pemerintah negara-negara itu, bahwa mereka dapat menjadi perintis yang menciptakan manajemen kuat untuk upaya perlindungan kelautan ini, untuk memastikan tercapainya tujuan sains mereka, yang kita semua akan dukung,” ujarnya.

Gagasan ini akan melingkupi 1.3 juta kilometer persegi di Laut Ross dan 1.6 juta kilometer persegi di Antartika Timur. Benua Antartika merupakan garis depan satwa liar terakhir di dunia, tempat tinggal bagi 10.000 spesies termasuk penguin, burung laut, anjing laut dan ikan paus.
XS
SM
MD
LG