Tautan-tautan Akses

Pemaparan Awal terhadap Kuman Bisa perkuat Kekebalan Tubuh


Tikus dewasa yang dipelihara dalam lingkungan bebas kuman, ternyata lebih rentan terhadap alergi, asma, dan kelainan atas sistem kekebalan tubuh lainnya (foto: dok).

Tikus dewasa yang dipelihara dalam lingkungan bebas kuman, ternyata lebih rentan terhadap alergi, asma, dan kelainan atas sistem kekebalan tubuh lainnya (foto: dok).

Sebuah penelitian baru menyatakan bahwa pemaparan awal terhadap kuman bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Penelitian yang dilakukan terhadap tikus-tikus percobaan itu menemukan, tikus dewasa yang dipelihara dalam lingkungan bebas kuman lebih mungkin mengalami alergi, asma, dan kelainan-kelainan sistem kekebalan tubuh lainnya. Ada lebih dari 80 jenis kelainan di mana sel-sel yang biasanya mempertahankan tubuh menyerang jaringan tisu dan organ tubuh.

Kelainan itu termasuk rematik, yang menyerang persendian, penyakit Crohn’s, radang usus besar, dan diabetes pada usia muda. Alergi rumput juga merupakan kelainan pada sistem kekebalan tubuh.

Richard Blumberg, guru besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Harvard di Boston, Massachusetts, mengatakan tahun 1999 para peneliti medis mencoba menjelaskan penyakit-penyakit ini dengan apa yang mereka sebut “hipotesis higienis.” Hipotesis mereka adalah, penggunaan sabun dan produk-produk anti-bakteri lainnya yang terlalu sering, khususnya pada usia dini, bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh.

“Hipotesis itu menyatakan bahwa paparan terhadap mikroba pada usia dini adalah faktor penentu yang sangat penting bagi kepekaan seseorang setelah dewasa terhadap alergi dan penyakit-penyakit terkait sistem kekebalan tubuh lainnya, seperti alergi rumput, asma, radang usus besar, dan lainnya,” papar Blumberg.

Sekarang Dr. Blumberg dan timnya punya apa yang mereka sebut bukti biologis pertama, yaitu hubungan antara pemaparan awal terhadap kuman dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih sehat pada orang dewasa. Mereka mengatakan, pemaparan ini bisa mencegah terjadinya sebagian penyakit terkait kekebalan tubuh.

Masalah kelainan kekebalan tubuh meningkat di seluruh dunia, tetapi kebanyakan di negara-negara maju dan kaya.

Penelitian ini dimuat dalam jurnal Science.
XS
SM
MD
LG