Tautan-tautan Akses

Pemantau: Kecurangan dan Kekerasan Gagalkan Pemilu Belarusia


Polisi anti huru-hara menangkap seorang demonstran di Minsk, Belarusia.

Polisi anti huru-hara menangkap seorang demonstran di Minsk, Belarusia.

Para pengamat internasional menyebut pemilu di Belarusia tidak sah karena penghitungan suara yang cacat dan rongrongan dari pemerintah terhadap aktivis dan wartawan.

Para pengamat Eropa menyebut pemilihan presiden yang berlangsung Minggu di Belarusia gagal, karena dicemari oleh kecurangan dan kekerasan.

Ketua tim pemilu pada Organisasi bagi Keamanan dan Kerjasama di Eropa, Geert Ahrens, pada hari Senin mengatakan bahwa penghitungan suara “sangat buruk” di hampir separuh TPS yang mereka kunjungi.

Ahrens mengatakan masalah utama yang didapati para pengamat adalah pegawai pemerintah Belarusia menghitung suara secara diam-diam. Ahrens dalam suatu pernyataan mengatakan, kelompok itu berharap dapat membuat “penilaian yang lebih positif”, tetapi menurutnya hal itu tidak mungkin karena “cacatnya penghitungan suara”.

Hasil resmi dari Belarusia menunjukkan Lukashenko memenangkan masa jabatannya yang keempat berturut-turut itu dengan meraih 80 persen suara. Tidak ada kandidat lain yang meraih lebih dari tiga persen suara.

Para pejabat Amerika menyebut terpilihnya kembali Presiden Alexander Lukashenko tidak sah. Seorang juru bicara mengatakan pemerintah Belarusia merongrong proses demokrasi dan menggunakan kekuatan yang tidak sepadan dalam menghadapi aktivis politik, wakil-wakil masyarakat sipil dan wartawan.

XS
SM
MD
LG