Tautan-tautan Akses

2 Ledakan di Ibukota Suriah, Sedikitnya 46 Tewas


Peta lokasi kota Raqqa, Aleppo dan Damaskus di Suriah.

Sedikitnya 46 orang tewas – sebagian besar adalah warga Irak – dan lebih dari 120 lainnya luka-luka dalam dua ledakan di ibukota Damaskus, Suriah, Sabtu (11/3) yang menarget sebuah mesjid di sana.

Gambar-gambar dari lokasi kejadian menunjukkan beberapa bus wisata hancur, juga sejumlah sepatu, telepon seluler, kacamata dan sebuah kursi roda yang hancur berserakan di lokasi kejadian yang berlumuran darah.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. Namun militan Negara Islam (ISIS) dan ekstremis Sunni telah melancarkan serangan-serangan serupa pada masa lalu terhadap masjid-masjid Syiah di Suriah dan negara tetangganya Irak, termasuk dua ledakan pemboman Juni 2016 lalu di sebuah masjid di pinggiran kota Damaskus yang menewaskan 12 orang.

Pihak berwenang dan tim pemantau di Suriah mengeluarkan laporan yang saling bertolak belakang tentang penyebab ledakan tersebut. Stasiun televisi pemerintah mengatakan bom itu dipasang di tempat pemakaman umum Bab al Saghir di Damaskus, yang juga merupakan lokasi sebuah masjid yang menjadi tempat warga Syiah menyampaikan penghormatan pada tokoh-tokoh mereka.

Namun kelompok militan Syiah, Hizbullah, mengatakan beberapa pembom bunuh diri membawa bom ke mesjid yang merupakan salah satu dari tujuh gerbang menuju ke Kota Tua Damaskus.

Beberapa pihak sepakat bahwa dua ledakan terjadi dalam selang waktu 10 hingga 15 menit, dimana kebanyakan korban diduga berasal dari kerumunan orang yang ingin menolong korban bom pertama, yang justru menjadi korban ketika bom kedua meledak.

Dalam perkembangan lainnya, Presiden Suriah Bashar al-Assad bertekad tentaranya akan terus melancarkan serangan terhadap ISIS guna mengusir mereka dari kota Raqqa, yang diklaim sebagai ibukota kelompok itu. Pasukan Kurdi yang dikoordinasi oleh Amerika juga bersiap menyerang kota yang menjadi benteng ISIS itu.

Assad, yang berbicara dalam wawancara yang diudarakan oleh satelit televisi Phoenix yang berkantor di Hong Kong,ditanya tentang penempatan 500 tentara Amerika di Manbij pekan lalu. Ia menjawab “pasukan asing apa pun yang datang ke Suriah tanpa diundang adalah penjajah.” [em]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG