Tautan-tautan Akses

Pemanasan Global Ancam Lautan, Keamanan Pangan Dunia


Para pekerja mengumpulkan anggur di dekat Bordeaux, Perancis.

Para pekerja mengumpulkan anggur di dekat Bordeaux, Perancis.

Para ahli mengatakan tidak ada jalan keluar kecuali mengurangi emisi gas rumah kaca buatan manusia yang menyebabkan bumi memanas dengan tidak wajar.

Peningkatan suhu bumi mengguncang kehidupan di lautan, menyebar penyakit, menghancurkan terumbu karang dan mengancam keamanan pangan global, kata sebuah laporan baru.

Delapan puluh ilmuwan dari 12 negara merilis temuan mereka Senin (5/9) dalam pertemuan International Union for Conservation of Nature di Honolulu.

"Kita semua tahu peran samudera dalam menghidupi planet ini. Kita semua tahu lautan memungkinakan kita bernapas dengan baik. Tetapi walaupun begitu, kita membuat lautan sakit," kata direktur IUCN Inger Anderssen.

Para ahli mengatakan lautan telah menyerap lebih dari 90 persen dari semua panas tambahan yang disebabkan oleh pemanasan global selama 40 tahun terakhir, dan menyebabkan perubahan drastis pada lautan.

Sejumlah hewan mamalia laut dan burung-burung terpaksa mencari makan jauh dari sumber makanan mereka yang biasa dan tempat mereka bersarang, sementara kehidupan laut lainnya terpaksa menjauh dari perairan yang panas ke arah laut yang lebih dingin di sekitar kutub.

Lautan yang lebih hangat juga menyebabkan lebih banyak penyakit pada tanaman laut dan hewan, dan menimbulkan ancaman yang jelas bagi kesehatan manusia.

Para ahli mengatakan tidak ada jalan keluar kecuali mengurangi emisi gas rumah kaca buatan manusia yang menyebabkan bumi memanas dengan tidak wajar. [sp/isa]

XS
SM
MD
LG