Tautan-tautan Akses

Peluang Presiden Brazil Terpilih Lagi Meningkat


Presiden Brazil dan kandidat presiden dari Partai Buruh, Dilma Rousseff, menyapa para pendukungnya dalam kampanye di Sao Paulo (20/9). (AP/Andre Penner)

Presiden Brazil dan kandidat presiden dari Partai Buruh, Dilma Rousseff, menyapa para pendukungnya dalam kampanye di Sao Paulo (20/9). (AP/Andre Penner)

Rousseff meraih dukungan publik lagi setelah mengkritik kemampuan pesaing dan mengindikasikan pesaing akan mencabut program-program sosial untuk orang miskin.

Jajak pendapat Datafolha Sabtu menyebutkan Rousseff, dari Partai Buruh yang berkuasa, unggul dari pesaing utamanya Marina Silva, dari Partai Sosialis, dengan 40 persen berbanding 27 persen.

Jika tidak ada calon yang memperoleh lebih dari 50 persen suara, putaran kedua pemilihan akan dilangsungkan 26 Oktober. Dalam skenario itu, Datafolha menyebutkan 47 persen responden akan memberikan suara untuk presiden berkuasa itu dan 43 persen untuk Silva.

Datafolha menyurvei 11.474 orang di seluruh Brazil pada 25 dan 26 September, dengan marjin kesalahan 2 persen.

Silva tadinya adalah wakil untuk calon presiden dari Partai Sosialis, Eduardo Campo, yang tewas dalam kecelakaan pesawat bulan lalu. Setelah dipilih menggantikan Campo, Silva meraih popularitas dengan cepat dalam berbagai jajak pendapat.

Sebulan lalu, survei yang sama menunjukkan Rousseff tertinggal 10 persen dari Silva. Tetapi Rousseff meraih dukungan publik lagi setelah mengkritik kemampuan Silva dalam memimpin dan mengindikasikan Silva akan mencabut program-program sosial yang telah membantu jutaan warga miskin dalam satu dekade ini.

Awal minggu ini, jajak pendapat lain oleh Institut Ibope menunjukkan Rousseff unggul 9 persen dari Silva untuk putaran pertama, dan imbang 41 persen untuk putaran kedua.

XS
SM
MD
LG