Tautan-tautan Akses

Peluang Kesepakatan Program Nuklir Iran Tidak Lebih dari 50 Persen


Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini

Pembicaraan antara Iran dan kelompok enam negara kontak PBB telah dibuka di Wina, tapi para pejabat menilai peluang mencapai persetujuan untuk membatasi program nuklir Iran dan mengakhiri sanksi ekonomi terhadap negara itu tidak lebih dari lima puluh persen.

Pembicaraan dibuka dengan menteri luar negeri Iran di satu sisi dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa di sisi lainnya, diapit oleh para pejabat senior dari keenam negara. Pertemuan yang sangat diantisipasi itu berlangsung hanya 45 menit, setelah itu para pejabat melalukan serangkaian pertemuan bilateral yang seringkali lebih produktif.

Juru bicara Uni Eropa Michael Mann menyampaikan sasaran-sasaran ambisius.

Ia mengatakan, "Dalam perundingan-perundingan mengenai perjanjian komprehensif ini, semua kekhawatiran tentang program nuklir Iran harus ditangani. Tujuan keseluruhannya adalah tetap mengupayakan solusi komprehensif yang akan memastikan program nuklir Iran hanya untuk tujuan damai."

Diperkirakan akan perlu berbulan-bulan, mungkin satu tahun atau lebih, untuk mencapai kesepakatan akhir. Presiden Amerika Barack Obama memperkirakan peluang sukses pembicaraan ini tidak lebih dari 50 persen. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini, mengatakan upaya harus terus dilakukan, tetapi ia juga memperkirakan kemungkinan menemui jalan buntu.

Iran mengatakan tidak bertujuan membangun senjata nuklir, namun Dewan Keamanan PBB dan banyak ahli yakin bahwa Iran telah sangat mendekati kemampuan untuk membuat senjata nuklir, dan mereka menginginkan perubahan untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi.

Presiden baru Iran, Hassan Rouhani, mempertaruhkan banyak hal dalam pembicaraan ini. Ia ingin memperbaiki ekonomi, yang tidak bisa dilakukannya jika sanksi ekonomi tidak diakhiri melalui kesepakatan nuklir. Tetapi masyarakat internasional menuntut pengurangan tajam program nuklir Iran.

Pakar kebijakan nuklir, Mark Hibbs dari Carnegie Endowment for International Peace, tidak yakin para pimpinan Iran akan bersedia menerima persyaratan itu.

Hibbs mengatakan, "Mereka akan meminta Iran untuk membuat konsesi dan berkomitmen dalam periode yang sangat lama untuk membatasi dan mengurangi tajam ruang lingkup program nukilrnya. Salah satu isunya adalah apakah pemerintah Iran pada tingkat yang sangat tinggi akan mau menerima kesepakatan yang pada dasarnya mengurangi kegiatan nuklirnya."

Hari Selasa, juru bicara Uni Eropa tidak memberi rincian pembicaraan, dan belum mengetahui jadwal para juru runding berikutnya. Seorang pejabat Iran menyebut sesi pagi hari adalah awal yang sangat baik, dan mengatakan bahkan memutuskan agenda perundingan berikutnya akan Iransulit.
XS
SM
MD
LG