Tautan-tautan Akses

Utusan Khusus PBB Harapkan Perubahan HAM di Iran


Utusan khusus PBB untuk HAM di Iran, Ahmed Shaheed (Foto: dok)

Utusan khusus PBB untuk HAM di Iran, Ahmed Shaheed (Foto: dok)

Utusan khusus PBB, Ahmed Shaheed, menyatakan keprihatinannya terhadap kemerosotan HAM di Iran dan tidak melihat perubahan positif sejak ditugaskan bulan Juni 2011.

Dalam wawancara hari Jumat, Shaheed menyebutkan fokus terpenting HAM di Iran adalah meningkatnya jumlah eksekusi dan meningkatkanya para pendukung HAM serta sasaran terhadap wartawan.

Ahmed Shaheed dalam laporannya kepada PBB mengatakan ada peningkatan eksekusi yang mengkhawatirkan di Iran dari jumlah eksekusi dibawah seratus tahun 2003 menjadi 670 tahun 2011 banyak diantaranya tanpa melalui proses hukum.

Shaheed mengatakan sejumlah pengacara HAM dipenjarakan dan sekurangnya 45 wartawan kini dipenjara di Iran dan banyak lainnya melarikan diri dari negara itu.

Meskipun pemerintah Iran menolak bekerja sama atau tidak mengijinkan utusan khusus PBB mengunjungi Iran, Shaheed mengatakan telah mewawancarai 163 saksi orang-orang yang mengklaim haknya atau hak anggota keluarganya telah dilanggar. Ia juga bertemu dengan sejumlah jajaran diplomatik, organisasi non pemerintah dan kalangan masyarakat Iran.

Menurut Shaheed, para saksi itu 25 persen tinggal di Iran dan termasuk sebagian yang dijatuhi hukuman mati. Ia tidak menjelaskan bagaimana ia bisa berbicara dengan orang-orang di Iran, kecuali mengatakan 'dengan cara komunikasi elektronik'. Menurutnya lewat cara ini, ia bisa berbicara dengan sebagian saksi yang mungkin takut berbicara dengannya pada kunjungan resmi.

Shaheed yang penugasannya diperpanjang setahun lagi oleh PBB tetap berharap pemerintah Iran akan memberinya akses ke negara itu.

Utusan Khusus PBB untuk HAM itu berencana memperluas keterlibatannya dalam tahun kedua ia bertugas. Ia juga berharap untuk memeriksa beberapa masalah yang menjadi kekhawatiran pemerintah Iran.

Ia mendesak Iran untuk menghormati konstitusi dan UU-nya sendiri dan mematuhi peraturan dan kewajiban internasional. Ia juga menyerukan moratorium bagi hukuman mati, pembebasan para pembela HAM dan meninjau UU yang merugikan wartawan.
XS
SM
MD
LG