Tautan-tautan Akses

Pelaku Pengeboman Lockerbie Meninggal akibat Kanker


Pembom Lockerbie, Abdel Baset al-Megrahi (tengah), saat dipulangkan ke Libya oleh Skotlandia setelah didiagnosa mengidap kanker gawat (foto: dok.).

Pembom Lockerbie, Abdel Baset al-Megrahi (tengah), saat dipulangkan ke Libya oleh Skotlandia setelah didiagnosa mengidap kanker gawat (foto: dok.).

Abdel Baset al-Megrahi, mantan anggota intelijen Libya yang sejak lama mengidap kanker, meninggal di rumahnya hari Minggu pada usia 60 tahun.

Anggota keluarga terpidana pelaku pengeboman pesawat di wilayah udara Lockerbie menyatakan mantan anggota intelijen Libya itu telah meninggal setelah lama mengidap kanker.

Menurut keluarga Abdel Baset al-Megrahi, ia meninggal di rumahnya hari Minggu pada usia 60. Ia adalah satu-satunya orang yang divonis bersalah dalam serangan terhadap pesawat Pan Am nomor penerbangan 103, yang meledak di atas kota Lockerbie, Skotlandia, sehingga menewaskan 270 orang, termasuk 11 orang di darat.

Sebuah pengadilan Skotlandia yang digelar di tempat netral di Belanda menyatakan al-Megrahi bersalah terlibat dalam pengeboman tahun 2001. Ia mendekam delapan tahun di penjara di Skotlandia sebelum pemerintah Skotlandia membebaskannya pada tahun 2009 atas dasar kemanusiaan, dengan menyatakan ia sedang bergulat melawan kanker prostat. Para dokter Skotlandia ketika itu menyatakan bahwa al-Megrahi hanya punya waktu tiga bulan bertahan hidup.

Pembebasan dan penyambutannya sebagai pahlawan yang ia terima dari pemerintah pemimpin Libya Moammar Gaddafi, pada saat kepulangannya ketika itu memicu kemarahan keluarga para korban pengeboman. Pemerintah Amerika juga mengecam pembebasan tersebut.

Para jaksa mengatakan al-Megrahi bersekongkol dengan pihak lain untuk melakukan pengeboman atas perintah pemerintah Gadhafi. Al-Megrahi selalu menyangkal terlibat dalam serangan tersebut.
XS
SM
MD
LG