Tautan-tautan Akses

Seorang perempuan Amerika yang pergi ke Nepal untuk membantu pemulihan gempa bumi hebat April lalu, dipukul sampai tewas, menurut seorang polisi Nepal.

Dahlia Yehia yang berusia dua puluh lima tahun tiba di Nepal pada 20 Juli untuk membantu korban gempa yang selamat di Pokhara, sebuah lokasi turis yang populer.

Polisi mengatakan pada hari Senin (7/9) bahwa seorang guru setempat, Narayan Paudel, yang rumahnya menjadi tempat tinggal Yehia selama di Nepal, mengakui bahwa pekerja sosial itu dipukuli sampai tewas dan tubuhnya dibuang ke sungai.

Polisi mengatakan keduanya bertemu di Couchsurfing, sebuah situs yang menghubungkan para pelancong dengan penyedia tempat tinggal. Mereka mengatakan mayat Yehia belum ditemukan.

Yehia dilaporkan hilang pada 6 Agustus. Ia adalah seorang guru seni yang pernah mengajar di sekolah di Austin, Texas.

Pada laman Facebook yang awalnya dibuat untuk "Menemukan Dahlia," keluarganya mengatakan mereka menerima kabar dari Kedutaan Besar Amerika bahwa Dahlia telah tewas. "Kami sangat sedih dengan kematian Dahlia yang tidak masuk akal ini. Bagi mereka yang belum sempat berkenalan dengan Dahlia, Anda harus tahu bahwa ia adalah penderma, penyayang dan penuh belas kasih, yang mengabdikan hidupnya untuk membantu mereka yang kurang beruntung baik di dalam negeri maupun di luar negeri," tulis laman tersebut.

Gempa bumi dahsyat yang menghancurkan Nepal pada 25 April lalu menewaskan hampir 9.000 orang dan ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. Setelah gempa tersebut, banyak orang asing yang datang ke negara itu untuk membantu korban yang selamat.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG