Tautan-tautan Akses

AS

Pekerja Restoran Cepat Saji AS Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah


Para pekerja berunjuk rasa di luar restoran Burger King di Charlotte, North Carolina, Kamis (5/12), menuntut kenaikan upah. (AP/Chuck Burton)

Para pekerja berunjuk rasa di luar restoran Burger King di Charlotte, North Carolina, Kamis (5/12), menuntut kenaikan upah. (AP/Chuck Burton)

Banyak pemimpin perusahaan Amerika menolak menaikkan upah dan menyatakan hal itu akan memaksa mereka menutup sebagian gerainya.

Para pekerja restoran cepat saji berunjuk rasa di banyak kota di Amerika Serikat, Kamis (5/12), dalam perjuangan berat menaikkan upah minimum di seluruh negeri.

Serikat-serikat buruh menyatakan para pekerja di jejaring restoran cepat saji seperti McDonald's, Wendy's, Burger King dan yang lainnya melakukan aksi mogok kerja di beberapa kota besar, termasuk New York, Washington dan Detroit.

Para pekerja restoran cepat saji itu menyerukan upah minimum nasional US$15 per jam, atau lebih dari dua kali lipat upah minimum $7.25 sekarang ini yang diterima sebagian besar dari mereka. Para pekerja menyatakan mereka tidak dapat hidup atau menafkahi keluarga dengan upah $15 ribu per tahun.

Banyak pemimpin perusahaan Amerika, meskipun tidak semua, menolak menaikkan upah dan menyatakan hal itu akan memaksa mereka menutup sebagian gerainya. Para legislator konservatif Amerika pada umumnya menentang kenaikan upah, dengan alasan hal tersebut dapat merugikan ekonomi.

Pada Rabu, Presiden Barack Obama mengundang perhatian terhadap kesenjangan pendapatan yang melebar di Amerika Serikat antara kalangan profesional yang kaya dan penerima upah rendah yang dibayar per jam. Ia menjanjikan dukungan bagi kenaikan upah minimum, tetapi tidak menyebut angka tertentu.

Pemerintah pada Kamis melaporkan bahwa ekonomi Amerika, yang terbesar di dunia, tumbuh 3,6 persen per tahun pada periode Juli hingga September. Ini merupakan laju pertumbuhan terpesat sejak awal 2012.

Namun, menurut laporan tersebut, hampir semua pertumbuhan itu terjadi dengan lonjakan besar inventaris produk di perusahaan-perusahaan.

Para analis, seperti Patrick Socci, dekan Fakultas Bisnis di Universitas Hofstra, New York, mengatakan, angka pertumbuhan itu kemungkinan besar tidak akan tercapai lagi pada tiga bulan terakhir tahun ini.

Dalam laporan lain, Amerika menyatakan jumlah orang yang mengajukan permintaan tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya berkurang 23 ribu pekan lalu dari minggu sebelumnya menjadi 298 ribu, mendekati level terendah dalam enam tahun.

Jumlah klaim tunjangan pengangguran terus turun dalam tujuh dari delapan minggu belakangan. Ini merupakan indikasi bahwa pengusaha lebih sedikit melakukan pemutusan hubungan kerja.

Pemerintah dijadwalkan akan melansir laporan ketenagakerjaan November pada Jumat. Tingkat pengangguran Amerika mencapai 7,3 persen pada Oktober sementara pengusaha menerima 204 ribu pegawai baru.
XS
SM
MD
LG