Tautan-tautan Akses

AS

Pekerja Restoran Cepat Saji AS Tuntut Upah Layak


Beberapa pekerja restoran cepat saji AS menuntut upah minimum $15 per jam dalam protes di kota Detroit, Michigan (foto: dok).

Beberapa pekerja restoran cepat saji AS menuntut upah minimum $15 per jam dalam protes di kota Detroit, Michigan (foto: dok).

Pekerja restoran cepat saji baru-baru ini melakukan protes di seluruh Amerika untuk menentang McDonald, Burger King dan bisnis cepat saji lain agar membayar upah pekerja sekurangnya 15 dolar per jam.

Belum lama ini demonstran turun ke jalan-jalan di sekitar 150 kota di seluruh Amerika sebagai bagian dari kampanye yang dijuluki “Fight for $15” atau “memperjuangkan upah 15 dolar”.

Beberapa orang ditangkap di New York karena menghalangi lalu lintas. Sekitar dua puluhan demonstran ditahan di Detroit setelah mereka menolak menyingkir dari sebuah jalan dekat restoran McDonald. Yang lainnya ditangkap oleh Polisi di Chicago, Las Vegas, Philadelphia, Atlanta, Miami dan Denver.

Banyak pekerja restoran cepat saji tidak mendapat upah lebih dari upah minimum federal sebesar 7 dolar 25 sen per jam, yang setahun mencapai 15 ribu dolar untuk pekerjaan selama 40 jam per minggu.


Michael Gonzales mendapat upah 8 dolar per jam di sebuah restoran McDonald di New York. Ia mengatakan, "Kami meminta dan menuntut 15 dolar per jam. Kami tidak menuntut banyak kami hanya minta upah layak supaya kami bisa hidup di New York."

Asosiasi Restoran Nasional dalam sebuah pernyataannya menuduh bahwa demonstrasi-demonstrasi itu adalah upaya serikat-serikat buruh untuk “meningkatkan keanggotaannya yang semakin menurun”.

(Smita P. Nordwall/VOA).

XS
SM
MD
LG