Tautan-tautan Akses

15 Pekerja Anti-Ranjau Diculik di Afghanistan


Seorang tentara Afghanistan menjalani pelatihan untuk mendeteksi ranjau darat (foto: dok). Sebanyak 15 pekerja anti-ranjau Afghanistan diculik kawanan bersenjata Jumat (1/4) malam.

Seorang tentara Afghanistan menjalani pelatihan untuk mendeteksi ranjau darat (foto: dok). Sebanyak 15 pekerja anti-ranjau Afghanistan diculik kawanan bersenjata Jumat (1/4) malam.

Penculikan 15 pekerja itu terjadi Jumat (1/4) malam di daerah Kohsan, provinsi Herat, Afghanistan barat dan diduga dilakukan oleh kelompok Taliban.

Orang-orang bersenjata menculik 15 pekerja anti-ranjau darat di Afghanistan barat dan operasi militer sedang berlangsung untuk menolong mereka, kata para pejabat hari Sabtu.

Insiden itu terjadi Jumat (1/4) malam di daerah Kohsan, provinsi Herat, yang berbatasan dengan Iran. Semua sandera adalah warga Afghanistan yang dipekerjakan oleh LSM penyapu ranjau HALO Trust, kata pemerintah provinsi dan pejabat kepolisian.

Mereka menuduh pemberontak Taliban sebagai pelaku penculikan itu.

Penculikan itu terjadi sementara Afghanistan bersiap-siap memperingati hari internasional kesadaran ranjau, yang akan diperingati hari Senin.

Negara yang dilanda perang itu adalah salah satu negara yang paling banyak diranjau di dunia.

HALO Trust termasuk di antara 8 mitra Program Tindakan Ranjau Afghanistan (MAPA) yang telah membersihkan ranjau dan bahan peledak sisa perang (ERW) selama 27 tahun ini.

Adanya ranjau darat dan peluru yang tidak meledak di Afghanistan masih merupakan ancaman gawat terhadap nyawa dan kehidupan ribuan warga Afghanistan, kata MAPA dalam pernyataan yang dikeluarkan sehubungan dengan perayaan hari Senin.

MAPA mengatakan bahwa 388 orang Afghanistan tewas atau cedera oleh ranjau dan ERW tahun 2015, yang merupakan penurunan 18 persen dari tahun 2014. [gp]

XS
SM
MD
LG