Tautan-tautan Akses

Pejabat Suriah Kecam Bantuan Kemanusiaan Barat


Pria-pria Suriah mengangkut kotak-kotak berisia bantuan dari Program Pangan Dunia PBB (WFP) di di al-Houla, pinggiran kota Homs sebelah utara, Suriah tengah (25/5). (AFP/Mahmoud Taha)

Pria-pria Suriah mengangkut kotak-kotak berisia bantuan dari Program Pangan Dunia PBB (WFP) di di al-Houla, pinggiran kota Homs sebelah utara, Suriah tengah (25/5). (AFP/Mahmoud Taha)

Bouthaina Shaban mencemooh bantuan kemanusiaan Barat, dengan mengatakan rakyat Suriah "tidak pernah terbiasa makan makanan kaleng dan makaroni."

Seorang penasihat penting Presiden Suriah Bashar al Assad menolak bantuan kemanusiaan mendesak untuk beberapa daerah yang terkepung di Suriah, dan menuduh Amerika dan sekutu-sekutunya membuat negara dan wilayah tersebut tetap dilanda perang.

"Sudah waktunya Barat bersikap jujur, dan melihat negeri kami dan mengapa kami menderita," kata Bouthaina Shaaban, anggota lingkaran dalam Presiden Assad yang dijatuhi sanksi oleh Departemen Keuangan Amerika pada tahun 2011.

"Dengan setiap intervensi Amerika, setiap intervensi Barat, dan setiap intervensi teroris, negara kami mundur 100 tahun ," katanya.

Shaaban berbicara Kamis (2/6) melalui rekaman video dan melalui aplikasi konferensi video Skype dalam acara di Klub Pers Nasional di Washington, disponsori oleh kelompok nir laba misterius berumur dua tahun, yang disebut Aliansi Global untuk Mengakhiri ISIS/al-Qaida atau GAFTA.

GAFTA mengatakan tujuannya adalah untuk membantu menyatukan semua pihak yang berkepentingan dalam "mengakhiri" kelompok teror ISIS dan al Qaida.

Tetapi Shaaban menggunakan banyak waktunya untuk mengkritik Amerika dan sekutu-sekutunya, untuk mencemooh bantuan kemanusiaan Barat, dengan mengatakan rakyat Suriah "tidak pernah terbiasa makan makanan kaleng dan makaroni." [sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG