Tautan-tautan Akses

Pejabat Pemilu Ukraina Imbau Hitung Ulang Suara


Oposisi Ukraina mengancam akan memboikot parlemen baru negara itu atas dugaan kecurangan pemilu yang dilaksanakan 28/10 lalu.

Oposisi Ukraina mengancam akan memboikot parlemen baru negara itu atas dugaan kecurangan pemilu yang dilaksanakan 28/10 lalu.

Hasil akhir Pemilu belum diumumkan, tetapi Partai Region yang dipimpin Presiden Viktor Yanukovych dan sekutunya diperkirakan memenangkan mayoritas kursi.

Pejabat-pejabat Pemilu Ukraina meminta penghitungan suara ulang di beberapa distrik dalam Pemilu bulan lalu, setelah oposisi mengancam akan memboikot parlemen baru negara itu atas dugaan kecurangan.

Sekitar 2.000 demonstran berkumpul di luar gedung Komisi Pemilihan Umum Pusat di Kyiv hari Senin. Polisi bentrok dengan demonstran tetapi tidak ada kekerasan yang besar.

KPU Senin malam menyatakan hasil penghitungan suara dari lima distrik yang disengketakan dalam pemilihan anggota parlemen tanggal 28 Oktober melanggar undang-undang Ukraina dan konstitusi negara itu. KPU meminta parlemen memerintahkan pemilihan ulang di distrik-distrik itu.

Tampaknya tidak mungkin parlemen, yang didominasi partai yang berkuasa, akan mengindahkan imbauan itu. Pengamat Barat menilai Pemilu itu tidak adil karena saingan utama Presiden Viktor Yanukovych, Yulia Tymoshenko, dipenjarakan dan tidak bisa mencalonkan diri. Pengamat juga mengkritik kurangnya transparansi dalam penghitungan suara.

Hasil akhir Pemilu belum diumumkan, tetapi Partai Region yang dipimpin Yanukovych dan sekutunya diperkirakan memenangkan mayoritas kursi.

Tiga partai oposisi tampil kuat dalam pemungutan suara proporsional untuk memilih separuh dari 450 kursi parlemen. Boikot oposisi akan mengakibatkan tidak tercapainya kuorum wajib anggota parlemen untuk bersidang.
XS
SM
MD
LG