Tautan-tautan Akses

Pejabat Militer Asing di Afghanistan Bantah Meluasnya Kehadiran ISIS


Juru bicara NATO di Afghanistan, Brigadir Jenderal Charles Cleveland (Foto: dok).

Juru bicara NATO di Afghanistan, Brigadir Jenderal Charles Cleveland (Foto: dok).

Para pejabat Pakistan belakangan ini telah meningkatkan usaha memperkuat sistem pemantauan baru di perbatasan tetapi berkeras tidak akan mungkin menutup seluruh perbatasan di pegunungan terjal itu.

Para pejabat Afghanistan dan para komandan militer asing di Afghanistan kurang memprihatinkan perluasan kegiatan ISIS ke luar basis tradisionalnya di timur.

Mereka bersikukuh pembunuhan pemimpin setempat ISIS dalam serangan drone Amerika baru-baru ini dan kemajuan pasukan Afghanistan melawan kelompok teroris yang berbasis di Suriah itu, telah memojokkan militan tersebut di beberapa bagian provinsi Nangarhar dan Kunar, yang berbatasan dengan Pakistan.

Perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan sepanjang 2.600 kilometer yang tidak dijaga ketat, dianggap sebagai penyebab gerakan militan dan illegal lain di kedua negara. Para pejabat Pakistan belakangan ini telah meningkatkan usaha memperkuat sistem pemantauan baru di perbatasan tetapi berkeras tidak akan mungkin menutup seluruh perbatasan di pegunungan terjal itu.

ISIS meluncurkan operasinya di kawasan itu dari daerah terpencil Achin di Nangarhar awal tahun 2015 sebelum meluas ke daerah-daerah sekitarnya. ISIS mengangkat seorang komandan militant setempat, Hafiz Saeed Khan, sebagai kepala yang disebut ISIS provinsi Khorasan, yang terdiri dari Afghanistan, Pakistan, dan beberapa daerah Iran.

Tetapi penduduk dan politisi di provinsi Zabul, bagian selatan Afghanistan, yang juga berbatasan dengan Pakistan, belakangan ini telah melaporkan kehadiran ISIS di dua daerah yang rawan, Khak-e-Afghan dan Deh Chopan.

Namun, juru bicara pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan, Brigadir Jenderal Charles Cleveland, tidak mengukuhkan kehadiran ISIS di Zabul. [gp]

XS
SM
MD
LG