Tautan-tautan Akses

Pejabat Militer AS Sambut Baik Pembelotan Perwira Tinggi Militer Suriah

  • Luis Ramirez

Presiden Suriah, Bashar al-Assad (tengah) bertemu dengan Mentri Pertahanan Suriah Mustafa Tlass (kiri) dan Kepala Staf Angkatan Darat Ali Aslan di kediaman Presiden Assad (Foto: dok). Brigjen Manaf Tlas, komandan garda elit Suriah yang membelot adalah put

Presiden Suriah, Bashar al-Assad (tengah) bertemu dengan Mentri Pertahanan Suriah Mustafa Tlass (kiri) dan Kepala Staf Angkatan Darat Ali Aslan di kediaman Presiden Assad (Foto: dok). Brigjen Manaf Tlas, komandan garda elit Suriah yang membelot adalah put

Para pejabat militer Amerika menyambut baik pembelotan perwira tinggi militer Suriah, Brigjen Manaf Tlass, komandan Garda Elit Republik Suriah.

Kekerasan meningkat di Suriah dalam beberapa hari belakangan ini, begitupula jumlah perwira tinggi yang membelot dari militer Suriah. Mendengar berita membelotnya seorang pejabat tinggi militer Suriah dan bekas teman dekat keluarga Assad, Brigadir Jenderal Manaf Tlass, para pejabat pertahanan Amerika mengatakan berita itu tidak dapat dianggap enteng.

Menurut juru bicara Pentagon, Kolonel Angkatan Laut John Kirby, pembelotan tersebut merupakan perpecahan internal di antara pihak yang dekat dengan Presiden Bashar al-Assad, mengingat Jenderal Manaf Tlass sangat dekat dengan keluarga al-Assad.

"Ini merupakan contoh lain dari perwira tinggi militer Suriah yang memutuskan berbalik melawan rezim, dan berhenti melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyat Suriah. Kami menyambut baik pembelotan tersebut dan yakin ini signifikan," demikian ungkap John Kirby..

Presiden Suriah, Bashar al-Assad (tengah) didampingi Menteri Pertahanan Mustafa Tlass (kanan) dan Hassan Turkmany, Kepala Staf Tentara Suriah (Foto: dok).

Presiden Suriah, Bashar al-Assad (tengah) didampingi Menteri Pertahanan Mustafa Tlass (kanan) dan Hassan Turkmany, Kepala Staf Tentara Suriah (Foto: dok).

Manaf Tlass adalah putra mantan Menteri Pertahanan, Mustafa Tlass, yang membantu ayah Bashar al-Assad, Hafez al-Assad, membentuk aparat keamanan internal negara itu empat dasawarsa lalu.

Kirby mengungkapkan bahwa pejabat Amerika mengamati tanda pembelotan lagi dari perwira tinggi militer Suriah lainnya.

"Kami tentunya berharap bahwa itulah yang terjadi. Hal ini merupakan pembelotan lain yang kami amati. Kami berharap perwira lain akan mengikuti jejaknya," jelas Kirby.

Para pejabat Pentagon tidak ingin berspekulasi apakah membelotnya Jenderal Tlass menunjukkan bahwa pemerintah Assad akan pecah dibawah tekanan pembelotan. Mereka mencatat bahwa Assad masih dikelilingi pendukung setia yang mematuhi perintahnya.

Brian Katulis adalah seorang analis keamanan di lembaga penelitian Center for American Progress, di Washington. "Bashar al-Assad pada dasarnya dikelilingi kelompok yang sangat erat yang mengendalikan mekanisme pemerintahan. Menurut saya, untuk menghancurkan hal itu melalui tekanan diplomatik dan sanksi ekonomi adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Tapi pembelotan itu, menunjukkan bahwa posisi Assad telah berangsur melemah," kata Katulis.

Pemerintah Amerika menyediakan bantuan non-militer kepada para pemberontak melalui Departemen Luar Negeri. Pentagon hari Jumat (6/7) mengatakan tidak berencana untuk memulai pemasokan senjata.

Para pejabat Departemen Pertahanan dan Intelijen yakin bahwa pengiriman senjata ke Suriah dapat meningkatkan konflik dan kekacauan karena pihak oposisi Suriah dan para pemberontak belum mengembangkan struktur komando dan kendali.

Untuk saat ini, Amerika memusatkan perhatian pada upaya diplomatik dan membantu sekutu di wilayah yang langsung terlibat dengan intelijen terkait situasi di Suriah.
XS
SM
MD
LG