Tautan-tautan Akses

Pejabat HAM PBB Samakan Taktik Trump dengan ISIS


Kepala badan urusan HAM PBB, Zeid Ra’ad Al Hussein (foto: dok).

Kepala badan urusan HAM PBB, Zeid Ra’ad Al Hussein (foto: dok).

Kepala badan urusan HAM PBB mengatakan, politisi populis seperti tokoh nasionalis Belanda, Geert Wilders dan Capres AS Donald Trump memanfaatkan rasa takut dan janji-janji palsu untuk menarik perhatian pemilih.

Berbicara hari Senin (8/5) pada konferensi mengenai keamanan dan keadilan di Den Haag, Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan bahwa ketergantungan mereka pada "kebenaran yang separuh-separuh dan terlalu menggampangkan persoalan" merupakan taktik komunikasi yang digunakan oleh kelompok ekstremis ISIS dalam propagandanya.

"Jangan salah, jelas bahwa saya tidak menyamakan tindakan para tokoh nasionalis tersebut dengan ISIS yang jahat, memuakkan, dan ISIS harus diadili, tetapi dalam modus komunikasinya, penggunaan kebenaran yang setengah-setengah dan penyederhanaan berlebihan, propaganda ISIS menggunakan taktik yang mirip dengan yang digunakan orang-orang populis dan memang keduanya saling memanfaatkan satu sama lain, tidak akan memperluas pengaruhnya tanpa tindakan satu sama lain," ungkap al-Hussein.

Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan, "Rumusnya sederhana: membuat orang, yang memang sudah gelisah, merasa sangat tidak enak, dan kemudian menekankan bahwa semua itu karena sebuah kelompok, yang ada di dalam, di luar dan mengancam.”

”Kemudian membuat orang yang diajak bicara merasa enak dengan menawarkan apa yang mereka inginkan, tetapi menjanjikan tindakan yang sangat tidak adil terhadap orang lain," ujar al-Hussein.

Al-Hussein mengarahkan komentarnya pada Wilders, yang pada akhir Agustus mengeluarkan manifesto, yang antara lain menyerukan larangan Belanda menerima imigran dari negara-negara Muslim, menutup masjid dan sekolah Islam serta melarang al-Qur’an. Wilders menanggapi pernyataan tersebut dengan menyebut Zeid Ra'ad al-Hussein sebagai idiot dan PBB suatu "badan yang aneh".

Al-Hussein menyerukan orang untuk "angkat bicara dengan lantang" dengan mengatakan bahwa kata-kata Wilders kini tidak banyak menarik reaksi, tetapi "akan menciptakan kemarahan di seluruh dunia" satu dasawarsa lalu.

Perbandingan terhadap ISIS yang dilakukan Zeid Ra'ad al-Hussein mengenai Wilders dan Trump juga mencakup politisi Perancis, Marine Le Pen, politisi Inggris, Nigel Farage, Viktor Orban dari Hungaria, Norbert Hofer dari Austria, Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico , dan Presiden Ceko, Milos Zeman. [ps/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG