Tautan-tautan Akses

Aktivis India Akhiri Mogok Makan 16 Tahun


Aktivis HAM Irom Sharmila mengakhiri mogok makan dengan menjilat madu dari tangannya di imphal, negara bagian Manipur, India, hari Selasa (9/8).

Aktivis HAM Irom Sharmila mengakhiri mogok makan dengan menjilat madu dari tangannya di imphal, negara bagian Manipur, India, hari Selasa (9/8).

Aktivis hak asasi manusia India, Irom Sharmila Selasa (9/8) mengakhiri mogok makan yang telah dilakukannya selama 16 tahun, yang dimulai sejak November tahun 2000.

Aktivis HAM Irom Sharmila bersumpah untuk melanjutkan perjuangan melawan hukum yang memberikan kekebalan hukum kepada militer dengan masuk ke kancah politik.

Sharmila mengakhiri mogok makannya di depan wartawan hari Selasa (9/8) dengan menjilat madu dari tangannya. "Saya tidak akan pernah melupakan momen ini," katanya.

Sebelumnya pada hari Selasa, seorang hakim menyatakan Sharmila bebas dengan uang jaminan, setelah ia meyakinkan hakim bahwa dia akan berhenti mogok makan.

Aktivis hak asasi itu telah dirawat di rumah sakit dan diberi makan secara paksa dengan tabung yang disalurkan melalui hidung, setelah ia memulai aksi mogok makan bulan November 2000.

Sharmila mengatakan, ia berencana mencalonkan diri dalam pemilu berikutnya di kampung halamannya di negara bagian terpencil Manipur, India timur laut.

Sharmila mulai mogok makan setelah pasukan keamanan, yang diberi wewenang luas dan kekebalan hukum, membunuh 10 orang di negara bagian itu, yang telah lama dilanda tindakan keras pemerintah dan kekerasan separatis.

“Saya akan berusaha sekuat tenaga melakukan perubahan dalam masyarakat. Tujuan utama saya adalah menghapuskan undang-undang kekebalan hukum untuk militer.”

Dia didakwa berusaha bunuh diri, yang merupakan kejahatan di India.

Keputusannya untuk mengakhiri protes diambil sementara pemerintah federal menyerukan agar pasukan keamanan menahan diri dalam menanggapi protes di wilayah Kashmir yang disengketakan. UU

Wewenang Khusus Angkatan Bersenjata memberikan wewenang untuk membunuh orang yang diduga pemberontak tanpa takut akan dituntut dan menahan militan tanpa surat perintah. [ps/ds]

XS
SM
MD
LG