Tautan-tautan Akses

Pedagang Swiss Diduga Terlibat Skandal Penipuan Minyak di Nigeria

  • Heather Murdock

Seorang pekerja perusahaan Shell berada di atas kapal minyak di lepas pantai Nigeria (foto: dok). DPR Nigeria meluncurkan penyelidikan terhadap skandal penipuan industri minyak di sana.

Seorang pekerja perusahaan Shell berada di atas kapal minyak di lepas pantai Nigeria (foto: dok). DPR Nigeria meluncurkan penyelidikan terhadap skandal penipuan industri minyak di sana.

Kelompok pengawas keuangan 'Berne Declaration' mengatakan para pedagang komoditi Swiss merupakan pemain utama dalam bisnis minyak di Nigeria, eksportir terbesar di Afrika.

Para anggota DPR Nigeria meluncurkan penyelidikan terhadap industri minyak setelah sebuah kelompok pengawas keuangan mengatakan para pedagang Swiss kemungkinan terlibat dalam apa yang dikatakan sebagai salah satu penipuan paling besar di benua Afrika.

Pada bulan Januari 2012, warga Nigeria yang marah turun ke jalan-jalan ketika subsidi BBM dipotong, dan harga bensin serta makanan melonjak. Subsidi tersebut akhirnya dipulihkan kembali.

Ketika itu penduduk mengetahui bahwa para pejabat minyak yang korup telah menggelapkan dana 6.8 juta dolar yang disediakan untuk membayar subsidi antara tahun 2009 dan 2011.

Hampir dua tahun kemudian, skandal itu masih bergolak dan daftar orang-orang yang terlibat semakin banyak.

Kelompok pengawas keuangan 'Berne Declaration' mengatakan para pedagang komoditi Swiss merupakan pemain utama dalam bisnis minyak di Nigeria, eksportir terbesar di Afrika.

Periset senior pada Berne Declaration, Marc Gueniat mengatakan sebagian pedagang itu kemungkinan terlibat dalam penipuan tersebut. “Para pedagang Swiss menyerahkan produk-produk minyak kepada para importir Nigeria yang jelas-jelas tidak memiliki kredibilitas bisnis,” ujarnya.

Perusahaan-perusahaan minyak tanpa kredibilitas itu cukup banyak di Nigeria. Ketika penipuan 6.8 juta dolar itu terungkap, begitu pula perusahaan-perusahaan yang tidak mengimpor ataupun mengekspor produk minyak, namun memperoleh uang subsidi.

Gueniat mengatakan para pedagang Swiss diperbolehkan bertransaksi dengan para pejabat atau keluarga pejabat yang mungkin bisa menarik dana publik dan korup.

“Mereka bebas untuk berbisnis dengan orang-orang dan perusahaan-perusahaan semacam itu, berdasarkan undang-undang Swiss. Dan ini merupakan masalah bagi kita,” tambah Gueniat.

Dia mengatakan ada bukti bahwa perusahaan minyak nasional Nigeria, yang dikenal sebagai NNPC, pernah membuat perjanjian gelap dengan dua pedagang minyak terbesar di dunia, Vitol Group dan Trafigura, keduanya berkantor di Swiss.

NNPC membantah tuduhan itu, mengatakan laporan itu “tidak hanya palsu tetapi juga penuh dengan data yang tidak akurat dan riset yang buruk.”

Vitol Group dan Trafigura juga mengatakan laporan itu palsu, dan mengatakan mereka memiliki kebijakan anti-korupsi yang ketat.

Para anggota DPR Nigeria yang melancarkan penyelidikan terhadap tuduhan-tuduhan itu, mengatakan “terkejut” dan "marah."

Jika benar, perjanjian-perjanjian itu mencuri uang rakyat yang dianggarkan untuk menjalankan kegiatan pemerintah, seperti membangun jalanan dan sekolah, mengelola rumah sakit, dan mengamankan negara. Sebagian besar anggaran nasional Nigeria berasal dari penjualan minyak.
XS
SM
MD
LG