Tautan-tautan Akses

Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang di Bandung Mogok Berjualan

  • R.Teja Wulan

Harga daging sapi terus melonjak di berbagai kota di Indonesia akibat langkanya stok daging sapi di tingkat produsen (foto: dok).

Harga daging sapi terus melonjak di berbagai kota di Indonesia akibat langkanya stok daging sapi di tingkat produsen (foto: dok).

Di Kota Bandung, saat ini harga daging di pasaran mencapai Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram. Akibatnya, para pedagang daging sapi di Kota Bandung mogok berjualan sejak Sabtu 8 Agustus lalu hingga Rabu 12 Agustus hari ini.

Melonjaknya harga daging sapi yang disinyalir merupakan permainan para spekulan dan importir ini, sudah berlangsung pasca Hari Raya Idul Fitri sebulan lalu. Pemerintah melalui Badan Urusan Logistik atau Bulog pun turun tangan menyelenggarakan operasi pasar daging murah untuk menstabilkan harga di pasaran.

Lonjakan harga daging sapi membuat para pedagang sapi potong di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung mogok berjualan. Seorang pedagang daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, Yana mengatakan, ia bersama pedagang lainnya terpaksa mogok berjualan karena harga daging sapi terus merangkak naik hingga Rp130 ribu per kilogram.

Padahal biasanya harga per kilogram daging sapi maksimal mencapai Rp100 ribu. Yana mengatakan, stok daging sapi di tingkat produsen kini terus berkurang jumlahnya.

“Kita dari bandarnya sudah mahal, jual juga pasti mahal. Pembeli kan susah. Barangnya juga lagi susah lagi kan, soalnya mendekati kurban. Barang ditahan, jadi stok sapinya kurang,” tutur Yana.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia atau Apdasi Kota Bandung, Endang Mubarok mengatakan, pemerintah khususnya Kementerian Pertanian seharusnya mengkaji ulang kebijakan pembatasan kuota sapi impor. Selama ini pemerintah mengalokasikan kuota impor sapi sebanyak 50 ribu ekor per tahun.

Hal ini menurut Apdasi sangat tidak masuk akal. Pasalnya, untuk Jawa Barat saja, saat ini membutuhkan kurang lebih 400 ribu ekor sapi per tahun. Jumlah tersebut sudah digabungkan antara sapi impor dan sapi lokal. Menurut Endang, kebutuhan kuota sapi impor di Indonesia saat ini setidaknya mencapai 700 ribu ekor per tahun.

Oleh karena itu Endang meminta pemerintah agar kembali menghitung secara teliti kebutuhan sapi impor untuk saat ini. Pasalnya, kuota sapi lokal yang ada belum dapat memenuhi kebutuhan secara menyeluruh.

“Ya tuntutannya memang harga itu kalau di Bulog atau di Kementerian Pertanian harus ada HET, Harga Eceran Tertinggi-nya berapa. Jadi nanti diurutkan, jadi harga sapinya harus dihitungnya berapa. Jadi harapan kami dengan aksi ini, dengan perjuangan ini, adalah mengembalikan lagi ke harga bawah,” ungkap Endang.

Untuk menstabillkan harga di pasaran, Bulog bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung menyelenggarakan operasi pasar daging sapi murah di tiga pasar tradisional Kota Bandung.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat, Alif Afandi mengatakan, dalam operasi pasar ini, daging sapi dijual dengan harga Rp90 ribu per kilogram.

“Terjual kurang dari satu ton-an. Karena memang pada awalnya mungkin masyarakat belum banyak yang tahu (ada operasi pasar daging sapi murah)," ujar Alif.

Para pedagang daging sapi di Kota Bandung rencananya akan melakukan aksi mogok berjualan hingga Rabu 12 Agustus. Meski pesimisitis harga daging sapi tidak akan turun secara drastis ke harga semula, para pedagang tetap mendesak pemerintah agar mencari solusi yang tepat mengenai ketersediaan sapi di Indonesia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG