Tautan-tautan Akses

AS

Peace Corps Tambah Keragaman Ras dan Etnis Sukarelawannya


Sukarelawan Peace Corps di Kamboja

Sukarelawan Peace Corps di Kamboja

Pemimpin Peace Corps memaparkan rencananya menyederhanakan proses aplikasi sukarelawan serta memperluas dan mendiversifikasi pelamar dalam pidatonya hari Rabu di Universitas Michigan tempat badan tersebut berasal.

Direktur Carrie Hessler-Radelet mengatakan dalam pidato yang disiapkan untuk Universitas Michigan bahwa Peace Corps bertujuan menambah jumlah aplikasi sambil meningkatkan perekrutan sukarelawan yang lebih beragam secara ras dan etnis. Untuk memenuhi tujuan itu setiap kantor perektrutan mempekerjakan staff tambahan khusus.

“Kami meningkatkan upaya-upaya rekrutmen di komunitas-komunitas yang kurang terwakili supaya sukarelawan kami mewakili bangsa dengan multi budaya yang indah,” kata Carrie dalam pidatonya. Ia pertama kali mengumumkan perubahan tersebut dalam sebuah pidato di National Press Club akhir Februari lalu.

Hessler-Radelet mengatakan organisasi tersebut mempersingkat formulir aplikasi secara drastis, memotong waktu pengisian formulir dari 8 jam menjadi 1 jam, dan mengijinkan calon sukarelawan melamar untuk pekerjaan dan negara khusus. Tujuannya adalah untuk memotong birokrasi dan tetap merekrut kandidat terbaik, ujarnya.

Perubahan itu adalah bagian dari perbaikan lebih luas terhadap badan tersebut termasuk penambahan pelatihan keselamatan dan bantuan untuk sukarelawan dan pendirian kantor yang membantu mereka yang menjadi korban kejahatan. Perubahan ini banyak diarahkan oleh Kongres, yang pada tahun 2011 meloloskan undang-undang sebagai jawaban atas kritik bahwa usaha Peace Corps untuk melindungi sukarelawan yang dikirim ke luar negeri kurang.

“Prioritas tertinggi kami sebagai sebuah badan adalah melakukan apapun yang kami bisa lakukan untuk membantu sukarelawan dan menjamin kesehatan dan keselamatan mereka,” kata Hessler-Radelet, seorang sukarelawan Peace Corps di barat Samoa di awal 1980an yang menjadi wakil direktur Peace Corps pada tahun 2010 dan dinominasikan menjadi direktur tahun lalu.

Hessler-Radelet juga mengumumkan dua perjanjian kemitraan baru dengan Universitas Michigan yang akan memberikan kesempatan untuk menggabungkan penugasan Peace Corps dengan gelar kelulusan bagi para siswa. Satu perjanjian kemitraan memungkinkan siswa mendapatkan gelar akademis sambil bertugas di luar negeri dan perjanjian lainnya menyediakan beasiswa bagi para sukarelawan, kredit akademis dan tunjangan untuk gelar yang lebih tinggi setelah mereka menyelesaikan pengabdian mereka.

John F. Kennedy berkunjung ke Ann Arbor school pada tahun 1960 ketika masih menjabat sebagai senator AS, beberapa minggu sebelum terpilih menjadi presiden. Ia menantang siswa untuk mendedikasikan waktu mereka selama dua tahun dan mengabdikan diri pada warga negara berkembang, sebuah seruan yang berujung pada pendirian Peace Corps.

Sukarelawan Peace Corps mendampingi warga negara-negara berkembang langsung dalam bidang pendidikan kesehatan, teknologi informasi dan pelestarian lingkungan. Para sukarelawan menerima uang saku untuk biaya hidup dan dana transisi setelah mereka menyelesaikan pengabdian mereka selama 27 bulan. Peace Corps telah mengirimkan 215.000 warga Amerika untuk mengabdi di 139 negara.
XS
SM
MD
LG