Tautan-tautan Akses

PBB, WHO Peringatkan Ancaman Penyakit yang Ditularkan Lewat Hewan

  • Lisa Schlein

Seorang penderita demam dengue (DBD) dirawat di rumah sakit di Lahore, Pakistan (foto: dok).

Seorang penderita demam dengue (DBD) dirawat di rumah sakit di Lahore, Pakistan (foto: dok).

PBB dan badan-badan internasional memperingatkan bahwa lebih dari separuh populasi dunia beresiko terkena ancaman penyakit yang ditularkan lewat vektor.

Satu gigitan nyamuk, lalat gurun, lalat hitam atau kutu tidak hanya menjengkelkan, tapi juga dapat berakibat fatal.

Setiap tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari satu miliar orang terinfeksi dan lebih dari satu juta orang meninggal karena penyakit yang ditularkan lewat vektor seperti malaria, demam berdarah, penyakit Lyme, dan demam kuning.

WHO memusatkan perhatian pada ancaman yang ditimbulkan demam berdarah, yang dikatakan sebagai penyakit ditularkan vektor yang paling cepat menyebar di dunia.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah juga berkampanye untuk menyerukan pemerintah agar mengatasi apa yang mereka sebut bencana yang diam-diam ini.

Petugas Kesehatan Darurat Senior Palang Merah Amanda McClelland mengatakan demam dengue adalah penyakit yang diabaikan, terutama menjangkiti anggota masyarakat termiskin dan paling rentan.

"Kami telah melihat penyebaran demam dengue dari 15.000 kasus pada tahun 1960 menjadi lebih dari 380 sampai 390 juta kasus sekarang. Keluarga yang miskin, keluarga yang sudah terkena beban penyakit berat sudah tidak sanggup mengatasi penyakit ini. Dan, mereka tidak sanggup menghadapi kenyataan penyakit itu menjangkiti beberapa orang dalam keluarga mereka. Itu sebabnya Palang Merah memusatkan perhatian pada demam berdarah selama 12 bulan ke depan dan seterusnya," papar McClelland.

WHO mengatakan selama 50 tahun terakhir penyakit ini telah menyebar ke lebih dari 100 negara, menempatkan lebih dari 2,5 miliar orang di ambang risiko. Sekitar 75 persen dari mereka yang berisiko berada di kawasan Asia - Pasifik.

Tapi Direktur Departemen Ekologi Vektor dan Penyakit Tropis yang Terabaikan di WHO Raman Velayudhan mencatat bahkan negara-negara maju seperti Eropa, Australia, dan Amerika juga berisiko dari penyakit yang ditularkan vektor ini.

Dr Velayudhan memberitahu VOA penyebaran dengue disebabkan oleh perubahan lingkungan dan meningkatnya jumlah perjalanan internasional. Dia mengatakan pergerakan bebas orang dan barang di Eropa dan di tempat lain juga memungkinkan pergerakan bebas dari nyamuk dan vektor lainnya.

Dengue adalah penyakit seperti flu berat yang tidak dilengkapi vaksin pencegah atau obat. Namun, WHO dan Palang Merah mengatakan penyakit ini dapat ditangani dan dicegah dengan menggunakan kelambu berinsektisida, perbaikan sanitasi dan pengurangan tempat pengembangbiakan nyamuk.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG