Tautan-tautan Akses

PBB Tetapkan Zona Keamanan Republik Demokratik Kongo


Juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan tujuan zona di Kongo adalah untuk memberikan perlindungan lebih baik bagi warga sipil (foto: dok).

Juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan tujuan zona di Kongo adalah untuk memberikan perlindungan lebih baik bagi warga sipil (foto: dok).

Pasukan PBB telah membentuk zona keamanan di dua kota di Kongo bagian timur untuk membersihkan daerah itu dari apa yang mereka sebut "senjata gelap."

Juru bicara PBB Martin Nesirky hari Kamis mengatakan tujuan zona itu adalah untuk memberikan perlindungan yang lebih baik kepada lebih dari satu juta warga sipil yang tinggal di kota Goma dan kota Sake, termasuk pengungsi dalam negeri.

Hari Selasa, misi PBB di Kongo mengatakan pihaknya memberikan waktu 48 jam kepada orang-orang di zona itu yang bukan bagian dari pasukan keamanan nasional untuk menyerahkan senjata mereka.

Dikatakan warga sipil yang bersenjata setelah batas waktu itu akan dianggap sebagai "ancaman" dan pasukan penjaga perdamaian PBB akan mengambil tindakan untuk melucuti senjata mereka.

Dalam sebuah pernyataan hari Kamis, para pejabat PBB mengatakan zona keamanan itu bukan operasi ofensif dan tidak menarget kelompok bersenjata manapun.

Zona itu ditetapkan setelah serangkaian serangan terhadap tentara Kongo oleh pemberontak M23. PBB mengatakan tembakan sembarangan dalam serangan-serangan tersebut telah mengakibatkan korban sipil.
XS
SM
MD
LG