Tautan-tautan Akses

Kantor HAM PBB Prihatin Banyaknya Korban Sipil di Yaman

  • Lisa Schlein

Warga berkumpul di antara reruntuhan bangunan setelah serangan udara Saudi menghancurkan sebuah pasar di Sana'a, Yaman, Senin (20/7).

Warga berkumpul di antara reruntuhan bangunan setelah serangan udara Saudi menghancurkan sebuah pasar di Sana'a, Yaman, Senin (20/7).

Badan-badan bantuan PBB melaporkan pertempuran sengit di Yaman berlangsung terus dan menimbulkan korban besar di kalangan penduduk sipil.

Korban di kalangan warga sipil di Yaman semakin banyak sementara serangan udara dan pertempuran di darat masih terus berlangsung. PBB melaporkan lebih dari 3.600 orang tewas, hampir setengahnya adalah warga sipil, sejak kampanye pemboman udara oleh Arab Saudi terhadap pemberontak Syiah Houthi dimulai pada 26 Maret. Katanya, sekitar 17.300 orang lainnya cedera, termasuk 4.000 warga sipil.

Kantor HAM PBB mengatakan, kematian dan cedera terjadi setelah berlangsung apa yang disebut sebuah jeda kemanusiaan yang seharusnya berlaku mulai 11 Juli. Tetapi gencatan senjata tidak berlangsung, dan juru bicara badan PBB itu, Rupert Colville, mengatakan, serangan udara, bentrokan di darat, tembakan artileri, serangan penembak jitu, serta bom rakitan terus terjadi di seluruh negara.

“Kami telah mendokumentasikan beberapa serangan terhadap daerah perumahan, masjid, dan pasar setempat oleh berbagai pihak yang terlibat dalam konflik ini. Kami ingatkan sekali lagi kepada semua pihak, bahwa setiap serangan yang disengaja terhadap warga sipil atau obyek sipil dianggap sebagai sebuah pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional. Juga prinsip-prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan pencegahan yang berlaku harus dipatuhi,” ujar Colville.

Badan bantuan PBB melaporkan, pertempuran telah menghancurkan ekonomi Yaman dan menyebabkan 21 juta penduduk Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. Badan itu mengatakan, air sangat langka di sana. Mereka mengatakan, sekitar 1,6 juta anak-anak di bawah usia 5 tahun menderita kekurangan gizi yang akut dan membutuhkan perawatan segera. Mereka mencatat bahwa 70 persen dari sekolah-sekolah di sana kini tutup.

Harapan tadinya diandalkan pada penyelenggaraan jeda kemanusiaan agar bantuan yang sangat dibutuhkan bisa disalurkan kepada jutaan warga Yaman.

Direktur Informasi PBB di Jenewa, Ahmad Fawzi mengatakan kepada VOA, gagalnya jeda kemanusiaan ini merupakan kekecewaan yang besar.

“Saya berpendapat, meskipun jeda ini tidak berlangsung sebagaimana kami inginkan, sekitar 60 persen dari kegiatan kemanusiaan yang sedang berlangsung berhasil diselesaikan. Jadi, kami berhasil menyediakan sebagian bantuan, meskipun tidak memadai. Dan sudah tentu kami masih terus prihatin dengan pertempuran, yang belum mereda,” paparnya.

Pada Selasa, untuk pertama kalinya dalam empat bulan, sebuah kapal yang dicarter oleh Program Pangan Sedunia, dan mengangkut pangan sebanyak 3000 ton, berhasil berlabuh di pelabuhan Aden. Pasokan ini akan cukup untuk memberi makan kepada 180 ribu orang selama satu bulan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG