Tautan-tautan Akses

PBB Prihatin Atas ‘Program Nuklir Damai’ Iran


Pemmimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara dalam KTT Gerakan Non-Blok ke-16 di Teheran. (Foto: Reuters)

Pemmimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara dalam KTT Gerakan Non-Blok ke-16 di Teheran. (Foto: Reuters)

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan tidak akan melepaskan haknya atas penggunaan energi nuklir yang damai.

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan negaranya tidak mengupayakan senjata nuklir, tetapi tidak akan melepaskan haknya atas penggunaan energi nuklir yang damai.

Ayatollah Ali Khamenei memberikan pernyataan tersebut dalam KTT Gerakan Non-Blok di Teheran Kamis, meskipun badan pengawas nuklir PBB itu mengumumkan keprihatinan baru tentang program nuklir Iran yang kontroversial.

Badan Tenaga Atom Internasional mengatakan Iran telah melebihi dua kali lipat kapasitas produksi program pengayaan uranium di lokasi bawah tanah yang dikenal sebagai Fordo.

Badan PBB itu juga mengatakan dalam sebuah laporan Kamis bahwa "kegiatan yang luas" – yang mengacu pada dugaan pemusnahan bukti - di kompleks militer Parchin di Iran - akan menghambat kemampuannya untuk menyelidiki lingkup program nuklir Iran.

Pengayaan ini kontroversial karena membawa uranium mendekati ke tingkat yang dibutuhkan untuk membangun senjata nuklir.

Iran mengatakan program itu adalah untuk tujuan damai dan uranium yang diperkaya itu diperlukan untuk penelitian medis. Namun Amerika, Israel dan beberapa negara lainnya yakin bahwa Iran diam-diam berusaha membangun senjata nuklir.

Pada Kamis, juru bicara Gedung Putih Jay Carney memperingatkan bahwa kesempatan untuk mengatasi masalah tersebut tetap terbuka tetapi "tidak akan terbuka selamanya."

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG