Tautan-tautan Akses

Pertempuran Sengit di Damaskus, PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan


Pemberontak Suriah berusaha memadamkan kobaran api setelah serangan artileri pasukan Suriah menghantam gedung di distrik Saqba, pinggiran Damaskus.

Pemberontak Suriah berusaha memadamkan kobaran api setelah serangan artileri pasukan Suriah menghantam gedung di distrik Saqba, pinggiran Damaskus.

Sekitar 2,5 juta warga Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan sementara jumlah pengungsi ke negara-negara tetangga Suriah terus meningkat.

Pasukan pemerintah Suriah bertempur melawan pemberontak di Damaskus hari Kamis, selagi pemerintah Presiden Bashar al-Assad berjuang untuk menyingkirkan pasukan oposisi dari ibukota itu.

Para aktivis melaporkan pertempuran di beberapa daerah kediaman, termasuk serangan artileri dan penggerebekan dari rumah ke rumah di Daraya, di bagian barat daya kota itu.

Organisasi HAM Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan kepada VOA bahwa paling sedikit 35 orang tewas di Damaskus hari Rabu. Warga mengatakan pertempuran itu adalah yang paling sengit sejak pasukan pemerintah merebut kembali daerah-daerah oposisi disana.

Di New York, pimpinan politik PBB, Jeffrey Feltman, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa PBB memandang keadaan kemanusiaan yang memburuk dengan cepat di Suriah “dengan kekhawatiran yang meningkat.”

Ia mengatakan kira-kira 2,5 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan sementara jumlah yang mengungsi di Suriah dan arus pengungsi ke negara-negara tetangga sedang meningkat.

Koordinator pertolongan PBB, Valerie Amos, yang berada di Suriah pekan lalu, mengatakan badan-badan PBB bulan lalu menyediakan pangan bagi lebih 820 ribu orang di seluruh Suriah. Dia mengatakan keadaan kemanusiaan disana telah memburuk sejak kunjungannya sebelumnya bulan Maret.
XS
SM
MD
LG