Tautan-tautan Akses

PBB: Perang Suriah Dorong Ancaman Teroris Irak


Wakil khusus PBB untuk Irak Nickolay Mladenov dalam jumpa pers di Baghdad. (Foto: Dok)

Wakil khusus PBB untuk Irak Nickolay Mladenov dalam jumpa pers di Baghdad. (Foto: Dok)

Kehadiran hampir 35.000 orang asing bersenjata di Suriah telah mengubah perang menjadi konflik sektarian yang menyebar di seluruh wilayah.

Konflik di Suriah telah membantu membakar terorisme dan ketegangan-ketegangan sektarian di negara tetangga Irak, memungkinkan kelompok-kelompok seperti al-Qaida untuk membentuk hubungan-hubungan dengan faksi-faksi serupa di seluruh perbatasan, menurut duta PBB untuk Irak, Senin (25/11).

Nickolay Mladenov mengatakan pada Dewan Keamanan PBB bahwa penyelesaian krisis Suriah dan pengadopsian strategi regional melawan semua bentuk ekstremisme agama atau sektarian “adalah vital untuk membawa stabilitas ke Irak.”

“Saat ini, lebih dari sebelumnya, tantangan-tantangan Irak tidak dapat dilihat secara terpisah dari risiko-risiko yang lebih luas yang dihadapi oleh wilayah tersebut,”
ujarnya, menambahkan bahwa lebih dari 202.000 pengungsi Suriah terdaftar di Irak, 98 persen di Kurdistan.

Mladenov mengatakan keamanan yang memburuk di Irak, ditambah dengan kebuntuan politik, dieksploitasi oleh teroris dan kelompok-kelompok bersenjata mencoba untuk mendorong kebencian sektarian dan meremehkan pemerintah.

Mantan menteri Bulgaria tersebut, yang ditunjuk pada Agustus oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon, mengatakan semua pemimpin politik, sipil dan agama yang ia temui di Irak mengekspresikan kekhawatiran mendalam atas meningkatnya kekerasan dan tumbuh kegelisahan bahwa Suriah dan pengaruh-pengaruh luarnya “membakar ancaman teroris ke Irak.”

Duta Besar Irak untuk PBB Mohamed Alhakim mengingatkan bahwa kehadiran hampir 35.000 orang asing bersenjata di Suriah, “bertempur bersama kelompok-kelompok yang berkonflik”mengubahnya menjadi konflik sektarian yang menyebar di seluruh wilayah.

“Hal ini secara signifikan meningkatkan frekuensi aksi teroris di Irak,” ujarnya, karena para jihadis dan kelompok-kelompok ekstremis yang terkait dengan al-Qaida memasuki daerah-daerah perbatasan.

Alhakim mendesak Dewan Keamanan untuk menganggap aksi-aksi teroris, yang telah mengarah pada kematian-kematian ribuan orang Irak tak bersalah, sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan” dan menjamin para pelakunya diadili.

Antara Juli dan Oktober, PBB memperkirakan hampir 9.000 warga sipil dan anggota-anggota pasukan keamanan Irak dibunuh, dan ribuan lainnya terluka. (AP/Edith M. Lederer)
XS
SM
MD
LG