Tautan-tautan Akses

PBB Serukan Penyelidikan Kejahatan Perang untuk Serangan Atas Sekolah Suriah


Ruang kelas yang hancur akibat serangan di kota Hass yang dikuasai pemberontak, di sebelah selatan Idlib, Suriah (26/10). (Reuters/Ammar Abdullah)

Ruang kelas yang hancur akibat serangan di kota Hass yang dikuasai pemberontak, di sebelah selatan Idlib, Suriah (26/10). (Reuters/Ammar Abdullah)

Syrian Observatory for Human Rights dan Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah Suriah atau Rusia bertanggung jawab atas serangan ini.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon Kamis (27/10) menyerukan penyelidikan atas serangan udara terhadap sekolah di Suriah yang menewaskan lebih dari 20 orang, sebagian besar anak-anak, sehari sebelumnya.

“Jika disengaja, serangan ini merupakan kejahatan perang,” kata Ban dalam sebuah pernyataan.

Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown juga menyerukan penyelidikan kejahatan perang, dan menyebut serangan itu “serangan terburuk terhadap anak-anak sekolah dari 98 serangan lainnya terhadap sekolah Suriah dalam dua tahun terakhir.”

Pesawat tempur melakukan enam serangan Rabu terhadap desa di Idlib yang dikuasai pemberontak, termasuk kompleks sekolah, menyebabkan enam guru dan 22 siswa tewas, menurut lembaga pemantau hak asasi manusia Syrian Observatory for Human Rights.

Baik badan ini maupun Gedung Putih telah mengatakan bahwa pemerintah Suriah atau Rusia bertanggung jawab atas serangan ini.

“Kami belum tahu apakah serangan udara ini dilakukan oleh rezim Assad atau pihak Rusia, tetapi kami tahu salah satu dari keduanya adalah pelakunya,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.

Tetapi juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan, pesawat tempur Rusia tidak masuk wilayah udara di atas sekolah pada saat itu, dan menurutnya, video dari pesawat tak berawak Rusia dari lokasi itu tidak konsisten dengan sebuah serangan udara, menurut media Rusia. [jm]

XS
SM
MD
LG