Tautan-tautan Akses

PBB: Pemerintah Suriah Bertanggungjawab atas 3 Serangan Kimia


Dubes Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, saat menyampaikan resolusi untuk melakukan investigasi penggunaan senjata kimia di Suriah dalam rapat Dewan Keamanan PBB di New York, 7 Agustus 2015 (Foto: dok).

Dubes Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, saat menyampaikan resolusi untuk melakukan investigasi penggunaan senjata kimia di Suriah dalam rapat Dewan Keamanan PBB di New York, 7 Agustus 2015 (Foto: dok).

PBB dan para pejabat dari Organisasi Larangan Senjata Kimia mengatakan pemerintah Suriah bertanggungjawab atas serangan kimia yang ketiga di sebuah daerah yang sudah diporak-porandakan oleh perang.

Laporan keempat organisasi dalam penyelidikan 13 bulan yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB, Jumat malam (21/10) menunjukkan ada bukti yang cukup untuk mengukuhkan peran pemerintah dalam serangan tanggal 16 Maret tahun 2015 di Qmenas, provinsi Idlib.

Laporan tersebut menuduh pemerintahan Presiden Bashar al-Assad menggunakan beberapa bom drum yang memuat gas chlorine dan dijatuhkan oleh helikopter militer.

Penyelidikan tersebut tidak dapat mengukuhkan orang-orang yang mengendalikan satuan-satuan militer tersebut, tetapi senjata itu datang dari dua pangkalan milik brigade helicopter yang ke-63 di Suriah. Laporan tersebut mengatakan para pejabat harus dituntut pertanggungjawaban.

Tuduhan serangan kimia telah beberapa kali dilontarkan dalam konflik Suriah, dimana pihak pemerintah dan pihak pemberontak saling menuduh sebagai pihak yang melakukannya dalam perang yang sudah lima tahun itu.

Penyelidikan yang sedang berlangsung menyebut tiga serangan kimia dilakukan oleh pemerintah Suriah dan satu dilakukan oleh ISIS. Tidak ada kesimpulan dicapai dalam lima serangan lain yang dituduhkan.

Disamping di Qmenas, para pakar menuduh pemerintah Suriah melakukan dua serangan chlorine lain di Talmenes, tanggal 21 April, dan di Sarmin, tanggal 16 Maret. Informasi itu dimuat dalam laporan ketiga dua bulan lalu.

Para pakar tidak dapat mengukuhkan siapa yang bertanggungjawab atas bom-bom drum tahun 2014 di Kfar Zita, provinsi Hama karena pecahan bom yang digunakan dalam serangan itu telah diambil dan tidak dapat dengan pasti dikaitkan dengan lokasi itu.

Amerika Serikat, Inggris dan Perancis mendesak Dewan Keamanan PBB agar menegakkan sanksi terhadap pemerintah Suriah atas penggunaan senjata kimia. Namun, Rusia dan China tidak akan mungkin menyetujuinya dan dapat mem-veto setiap rancangan sanksi baru.

Sebelum penyerahan laporan terbaru, Rusia mengatakan kesimpulan tidak dapat digunakan untuk mengenakan sanksi PBB.

PBB dijadwalkan akan membicarakan laporan itu Kamis depan. [gp]

XS
SM
MD
LG