Tautan-tautan Akses

PBB Mohon Bantuan bagi Hampir 93 Juta Orang

  • Lisa Schlein

Tesnim Fayd (8 tahun) anak perempuan pengungsi Suriah menunjukkan hasil lukisannya "seorang Ibu yang menangis karena anak perempuannya terluka akibat konflik", di kamp pengungsi Hatay, Turki (foto: dok).

Tesnim Fayd (8 tahun) anak perempuan pengungsi Suriah menunjukkan hasil lukisannya "seorang Ibu yang menangis karena anak perempuannya terluka akibat konflik", di kamp pengungsi Hatay, Turki (foto: dok).

PBB mengajukan permohonan bantuan terbanyak, 22,2 milyar dolar, untuk menyelamatkan nyawa hampir 93 juta orang yang paling rentan di dunia di 33 negara. Permohonan bantuan tersebut diajukan kepada donor-donor internasional.

PBB mengatakan dunia sedang menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sejak Perang Dunia II. Dikatakan, lebih dari 128 juta orang yang terimbas konflik, pengungsian dan bencana alam, membutuhkan bantuan mendesak.

Untuk itu, PBB meminta bantuan uang guna membantu hampir 93 juta orang yang paling rentan dan membutuhkan segera bantuan untuk menyelamatkan nyawa. Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan Stephen O'Brien mengatakan uang milyaran dolar dari permohonan itu akan menyelamatkan nyawa puluhan juta orang.

"Uang itu akan dijadikan bantuan pangan guna menyelamatkan nyawa orang-orang yang diambang kelaparan di Lake Chad Basin dan Sudan Selatan. Itu akan melindungi orang-orang yang paling rentan di Suriah, Irak, dan Yaman. Dan, uang itu akan membantu anak-anak, memungkinkan pendidikan bagi anak-anak yang sekolahnya rusak akibat El Nino. Itulah beberapa dari banyak tujuan dana itu," kata O'Brien.

Krisis di Suriah menjadi perhatian kemanusiaan terbesar PBB, yang berencana membantu hampir 13 juta pengungsi di dalam negeri maupun yang hidup di negara-negara tetangga.

O'Brien menambahkan, bantuan kemanusiaan hanyalah upaya kecil untuk permasalahan yang besar. Kepada VOA, ia mengatakan, solusi politik adalah satu-satunya cara yang pada akhirnya akan mengakhiri penderitaan rakyat Suriah yang telah berperang selama lebih dari lima tahun.

"Apa yang dilakukan kemanusiaan tidak lebih dari memenuhi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan makanan, tempat berteduh, obat, perawatan, evakuasi atau yang membutuhkan akses ke air bersih dan sanitasi, kebersihan dan barang-barang lain yang bukan makanan, hanya untuk bertahan hidup," paparnya.

Selain Suriah, PBB mengutip Yaman, Sudan Selatan dan Nigeria sebagai negara yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, dimana pengungsian terpicu secara besar-besaran di dalam dan di luar negara-negara itu. PBB mencatat, sekitar 1,2 juta orang, 80 persen dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, melarikan diri dari Sudan Selatan, menjadikannya pengungsian terbesar di Afrika. [ka/jm]

XS
SM
MD
LG