Tautan-tautan Akses

PBB: Krisis Kemanusiaan di Yaman Saingi Suriah


Seorang anak laki-laki malnutrisi terbaring di tempat tidur di luar gubuk keluarganya di distrik al-Tuhaita, provinsi Hudaydah, Yaman (26/9). (Reuters/Abduljabbar)

Seorang anak laki-laki malnutrisi terbaring di tempat tidur di luar gubuk keluarganya di distrik al-Tuhaita, provinsi Hudaydah, Yaman (26/9). (Reuters/Abduljabbar)

Tahun ini, diperkirakan ada 1,5 juta anak-anak balita di Yaman yang mengalami malnutrisi akut, 375.000 diantaranya menderita malnutrisi akut parah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta masyarakat internasional untuk lebih memperhatikan Yaman, yang dianggap sedang mengalami salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Sebagian besar perhatian media tertuju kepada Suriah, yang menghadapi perang saudara panjang dan mengenaskan yang telah menewaskan lebih dari 250.000 orang dan memaksa lebih dari 11 juta orang melarikan diri dari rumah mereka.

Namun para pejabat PBB khawatir fokus terhadap kengerian yang terjadi di Suriah ini menutupi kebutuhan sangat mendesak dari lebih dari 12 juta orang di Yaman yang juga dikoyak perang.

Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, mengatakan perang tersebut telah menghancurkan penghidupan masyarakat Yaman, menghilangkan layanan-layanan dasar untuk mereka dan mendorong ekonomi hampir ke kejatuhan total. Ia mengatakan anak-anak adalah salah satu korban utama.

"Tahun ini, diperkirakan ada 1,5 juta anak-anak (di bawah usia lima tahun) yang mengalami malnutrisi akut, 375.000 diantaranya menderita malnutrisi akut parah," ujar Laerke.

"Ada banyak lagi lainnya yang menderita malnutrisi sedang, yang menunjukkan betapa parahnya situasi ini."

Program Pangan Dunia PBB (WFP), yang mendistribusikan makanan ke sekitar enam juta orang setiap dua bulan sekali, harus mengurangi jumlah pembagian makanan karena kekurangan dana dan memerlukan US$145 juta segera untuk melaksanakan misinya sampai akhir tahun, ujar juru bicara WFP, Bettina Luescher. Ia mengatakan semua orang, terutama anak-anak, menderita akibat kekurangan pangan.

"Bahkan sebelum kekerasan dan perang di Yaman, tingkat malnutrisi anak-anak di Yaman adalah yang tertinggi di dunia," ujarnya.

"Setengah dari anak-anak terhambat pertumbuhannya (stunted), yang berarti mereka terlalu pendek untuk usianya akibat malnutrisi kronis." [hd]

XS
SM
MD
LG