Tautan-tautan Akses

PBB: Krisis Kemanusiaan di Suriah Meningkat Drastis


Anak-anak di Suriah berjalan di antara puing-puing di daerah Dourna yang dikuasai pemberontak, di sebelah timur Damaskus, menyusul serangan udara oleh pasukan rezim pemerintah (13/3). (AFP/Abd Doumany)

Anak-anak di Suriah berjalan di antara puing-puing di daerah Dourna yang dikuasai pemberontak, di sebelah timur Damaskus, menyusul serangan udara oleh pasukan rezim pemerintah (13/3). (AFP/Abd Doumany)

PBB mengungkapkan gambaran yang semakin suram mengenai krisis kemanusiaan di Suriah.

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Valerie Amos mengatakan, Kamis (26/3), jumlah warga Suriah yang tinggal di kawasan-kawasan terkepung – yang menghadapi risiko kematian karena kelaparan, dehidrasi dan kurangnya layanan medis – telah meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar 440.000.

Sebelumnya bulan ini, Masyarakat Medis Amerika Keturunan Suriah merilis sebuah laporan yang membantah perkiraan PBB yang mengatakan jumlah orang yang terisolasi dari dunia luar di sana sekitar 212 ribu, dan bahwa PBB tanpa disengaja mengecilkan krisis itu. Hampir lima juta warga Suriah tinggal di kawasan-kawasan yang sulit terjangkau.

Amos mengatakan, usia harapan hidup warga Suriah diperkirakan 20 tahun lebih rendah dibanding ketika konflik dimulai; tingkat pengangguran hampir 60 persen, dan hampir dua pertiga penduduknya hidup dalam kemiskinan yang ekstrem, sementara lebih dari 220 ribu warga Suriah tewas terbunuh.

XS
SM
MD
LG