Tautan-tautan Akses

PBB Khawatir Aksi Kekerasan di Kamp Pengungsi Suriah


Kamp pengungsi Suriah 'Zaatari' di Yordania, yang diguncang aksi kekerasan Sabtu 5/4 (foto: dok).

Kamp pengungsi Suriah 'Zaatari' di Yordania, yang diguncang aksi kekerasan Sabtu 5/4 (foto: dok).

PBB hari Minggu (6/4) mengatakan sangat khawatir dengan demonstrasi yang diwarnai kekerasan di sebuah kamp pengungsi Suriah di Yordania, yang menewaskan satu orang dan melukai sepuluh lainnya.

Demonstrasi hari Sabtu (5/4) itu terjadi di sekitar kamp Zaatari selagi badan-badan bantuan setempat maupun internasional sedang berjuang berusaha mengurus jutaan pengungsi Syria yang menyelamatlan diri ke Irak, Yordania, Lebanon dan Turki akibat konflik di negeri mereka.

Dalam sebuah pernyataan, badan urusan pengungsi PBB – UNHCR – mengatakan “demonstrasi itu terjadi setelah ribuan pengungsi mulai melempari pos polisi di kamp itu dengan batu. Demonstrasi itu berawal ketika satu keluarga pengungsi ditangkap dan ditahan polisi di kamp itu dan seorang supir berusaha menyelundupkan keluarga itu ke luar kamp. . Polisi terpaksa melemparkan gas air mata dan ada laporan tentang penggunaan peluru tajam.

Tiga pengungsi Suriah dilarikan ke rumah sakit akibat luka tembak dan satu lainnya tewas. UNHCR mengatakan 28 polisi luka-luka dalam demonstrasi itu. Sembilan tenda dan lima mobil dibakar.

Yordania kini menampung 588.979 pengungsi Suriah yang terdaftar dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Sebagian besar pengungsi Suriah tinggal di dua kamp yang diatur di dekat perbatasan utara Suriah.

Dengan jumlah yang melebihi kapasitas 120 ribu orang, kamp Zaatari adalah kamp pengungsi Suriah terbesar. PBB dan pemerintah Yordania mengatur keberadaan kamp tersebut.
XS
SM
MD
LG