Tautan-tautan Akses

PBB Khawatir Afghanistan Siksa Tersangka Pelaku Kasus Keracunan


Para pelajar puteri Afghanistan belajar di sekolah di Kabul (foto: dok). Siswi Afghanistan sering menjadi target serangan kelompok militan Taliban.

Para pelajar puteri Afghanistan belajar di sekolah di Kabul (foto: dok). Siswi Afghanistan sering menjadi target serangan kelompok militan Taliban.

Pihak berwenang Afghanistan mengumumkan penahanan 15 tersangka dalam kasus keracunan yang menimpa ratusan siswi Afghanistan.

Para pejabat PBB mengatakan mereka prihatin bahwa otoritas Afghanistan mungkin telah menyiksa para tersangka, untuk memperoleh pengakuan dalam tuduhan meracuni ratusan pelajar puteri Afghanistan.

Mulai akhir Mei lalu, sejumlah siswi di Afghanistan Utara mengeluh tentang bau aneh di sekolah mereka, sebelum mereka jadi pusing dan mual – bahkan sampai muntah-muntah dan jatuh pingsan.

Tidak seorang pun meninggal dalam insiden itu, namun beberapa pakar mengisyaratkan bahwa sebuah fenomena yang disebut “histeria massal”, dengan latar belakang konflik sekarang ini di Afghanistan barangkali adalah penyebab episode muntah dan pingsan itu.

Pihak berwenang Afghanistan mengatakan mereka memperoleh berbagai pengetahuan dalam kasus ini setelah mengumumkan penahanan 15 tersangka bulan lalu. Tetapi Badan Kesehatan Dunia WHO mengatakan tidak ada bercak racun ditemukan dalam berbagai sampel dari para siswa itu.

Seorang juru bicara misi PBB di Afghanistan – Nazif Salarzai mengatakan – kantornya telah mendapati bukti yang menunjukkan para tersangka mengaku setelah disiksa. Ia mengatakan jika hal itu benar maka para pejabat Afghanistan tidak dapat mengandalkan pengakuan itu.

Tetapi juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Sediq Sediqi membantah keras tuduhan-tuduhan penyiksaan. Ia juga mengatakan pihak berwenang menangkap para tersangka itu bersama apa yang disebutnya “alat penyemprot dan tablet-tablet” yang dikatakan adalah bukti keracunan itu.

Otorita Afghanistan telah menuduh badan mata-mata militer Pakistan dan Taliban berada di balik insiden itu. Kedua pihak telah membantah tuduhan itu.

XS
SM
MD
LG