Tautan-tautan Akses

PBB: Tingkat Kematian Bayi di Gaza Naik


Warga Palestina meninggalkan rumah mereka setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di sebuah rumah di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 30 Juli 2014.

Warga Palestina meninggalkan rumah mereka setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di sebuah rumah di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 30 Juli 2014.

Tingkat kematian bayi di Gaza meningkat untuk pertama kalinya dalam setengah abad terakhir, menurut PBB, meningkatkan kekhawatiran tentang dampak blokade Israel terhadap fasilitas kesehatan di kawasan tersebut.

Layanan kesehatan di Gaza juga terganggu akibat beberapa konflik senjata dalam beberapa tahun terakhir, yang mungkin juga mempengaruhi kesehatan bayi, menurut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA).

Badan untuk pengungsi Palestina, yang mengadakan survei tentang kematian bayi di seluruh kawasan tersebut setiap lima tahun sekali, mengatakan kenaikan itu "mengkhawatirkan" dan belum pernah terjadi sebelumnya di Timur Tengah.

"Kemajuan memberantas kematian bayi biasanya tidak mengalami kemunduran...contoj lain yang bisa saya pikirkan adalah di beberapa negara Afrika yang terkena epidemi HIV," kata direktur program kesehatan UNRWA Akihiro Seita dalam sebuah pernyataan.

Jumlah bayi yang meninggal sebelum usia satu tahun meningkat menjadi 22,4 per 1.000 kelahiran bayi yang hidup pada tahun 2013, setelah turun dari 127 pada tahun 1960 menjadi 20,2 pada tahun 2008, menurut UNRWA.

Tingkat kematian bayi yang baru lahir, yang merupakan jumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia empat minggu, juga meningkat, menjadi 20,3 per 1.000 kelahiran bayi yang hidup pada tahun 2013 dari 12 pada tahun 2008.

Walaupun badan PBB tersebut tidak bisa menyatakan dengan pasti penyebab naiknya tingkat kematian bayi, blokade Israel di daerah kantong pantai bisa menjadi faktor penyebab, kata Seita.

"Kami sangat khawatir tentang dampak blokade jangka panjang terhadap fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan dan pembawaan peralatan ke Gaza."

Israel menerapkan blokade di Jalur Gaza setelah gerakan Islamis Hamas memenangkan kekuasaan di kawasan tersebut pada tahun 2006, dan baik Mesir dan Israel mempertahankan kontrol ketat terhadap pergerakan barang dan orang-orang ke dalam dan keluar kawasan tersebut.

Badan PBB tersebut, yang melakukan survei sebelum konflik tahun lalu, mengatakan akan melakukan survei lagi tahun ini akibat temuan-temuan yang baru didapat.

Lima puluh hari konflik di Gaza antara Hamas dan pasukan Israel pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina dan 73 warga Israel, dan meninggalkan reruntuhan di wilayah kantong Mediterania yang berpenduduk 1,8 juta warga Palestina.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG